Dari harga penutupan tersebut, harga saham BRIS telah naik hingga 63,79% jika dihitung sejak awal tahun 2024 (YTD) atau naik 114% dalam satu tahun.
Dengan level harga BRIS saat ini, target price konsensus para analis di Bloomberg sebesar Rp2.540 telah terlampaui.
Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, BSI Permudah Pembayaran Sertifikasi Halal Melalui E-Channel BSI
Di sisi lain, Hery lanjut menjelaskan, untuk menjaga kepercayaan publik, BSI juga terus aktif melakukan kegiatan update kepada investor potensial baik yang sudah maupun yang belum memiliki saham BRIS melalui berbagai kegiatan konferensi dan non-deal roadshow (NDR).
“Oleh karena itu, kami pun tentu akan menjaga kepercayaan ini dengan terus meningkatkan kinerja semakin baik.
"Kami ingin menjadikan BSI sebagai salah satu bank transaksional terbaik di segmen retail maupun wholesale,” ujar Hery menegaskan.
Di segmen retail, BSI terus meningkatkan infrastruktur dan inovasi, dengan penambahan jumlah ATM, EDC, serta perluasan channel digital guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada nasabah.
Saat ini BSI telah memiliki lebih dari 1.100 kantor cabang yang tersebar di Indonesia, lebih dari 2.500 mesin ATM, lebih dari 1.200 EDC, dan 86.200 agen laku pandai BSI Smart.
BSI juga memperkuat layanan digital pada BSI Mobile dengan fitur-fitur yang mumpuni, dalam rangka beyond sharia banking.
Baca Juga: BSI Terus Dorong Digital Banking Menuju Beyond Syariah Banking
Selain transfer antar bank, buka rekening secara online, BSI Mobile juga dapat digunakan untuk pengajuan pembiayaan secara online.
Mulai dari pembiayaan gadai emas, cicil emas, mitraguna, dan oto.
Selain itu, BSI Mobile juga memiliki layanan Islami, transaksi top up wallet, e-commerce, serta pembayaran zakat, infak dan shadaqah (ZISWAF).
Baca Juga: 459 Cabang BSI di Seluruh Indonesia Layani Weekend Banking Sepanjang Februari 2024