Membuka awal tahun 2024, PT INTI Pindad Mitra Sejati (“PT IPMS”) memantapkan keberlanjutan bisnis fiber optik bersama Global Optical Communication Co., Ltd., sebuah perusahaan asal Korea Selatan, melalui perusahaan patungan bernama PT INTI Global Optical Communication. Hal tersebut dieksekusi untuk meningkatkan penjualan, baik porsi pasar domestik maupun ekspor.
Direktur Utama PT INTI Pindad Mitra Sejati (“PT IPMS”) Andriyanto mengutarakan, Perusahaan melakukan berbagai aksi untuk memuluskan peningkatan penjualan di pasar domestic dan ekspor, salah satunya dengan melakukan percepatan penyelesaian Sertifikasi Quality Assurance. Sertifikasi ini merupakan upaya untuk menjaga eksistensi sebagai penyedia Tiang Telepon, Kabel Fiber Optik, dan Aksesoris.
“Alhamdulillah, sertifikasi ini telah rampung di awal Triwulan 1. Berikutnya, akan menyusul sertifikasi TKDN untuk beberapa produk lainnya sebagai wujud membangun kemandirian industri dalam negeri,” ungkap Andriyanto.
Selain itu, Perusahaan pun terlibat dalam Pelatihan Teknis Konversi Sepeda Motor Listrik yang diadakan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai komitmen PT IPMS masuk di bisnis electrical vehicle.
Cakupan pekerjaan yang akan digarap oleh PT IPMS itu, menurut Andriyanto, merupakan upaya untuk menjadi perusahaan manufaktur dengan inovasi teknologi yang berkelanjutan dan berkualitas, sekaligus mendukung roadmap PT INTI (Persero) sebagai parent company.
COMPANY HIGHLIGHT 2023
Baca Juga: Safari Ramadhan BUMN 2024: Bio Farma Gelar Pasar Sembako Murah di Bogor
Saat menutup tahun 2023, PT INTI (Persero) membukukan capaian Pendapatan tahun 2023 hingga 108% dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2023.
Sejumlah inisiatif bisnis yang dieksekusi oleh Perusahaan ternyata berhasil menularkan peningkatan kinerja secara signifikan pada anak perusahaan, yaitu PT INTI Konten Indonesia (INTENS) sebesar 558% dari RKAP 2023 dan PT INTI Pindad Mitra Sejati (IPMS) sebesar 474% dari RKAP 2023.
Restrukturisasi yang tengah berlanjut terbukti pun secara bertahap telah menunjukkan sinyal positif pada sejumlah variabel keuangan. Di antaranya yaitu pertumbuhan pendapatan year on year sebesar 63%, yang didominasi dari proyek pemerintah dengan kenaikan hingga 14 kali dari periode yang sama pada tahun 2022.***