Baca Juga: Dukung Percepatan Proyek JTTS Padang Sicincin, Hutama Karya Perkuat Pemberdayaan Sosial dan TJSL
Selain Kawani, 7 UKM lainnya yang juga berhasil memproduksi sparepart pabrik SIG, yaitu:
- PT Papaja Maju Mandiri memproduksi liner shell lower reject raw mill (plat pelindung pada vertical roller mill);
- PT Yotano Teknik Indonesia memproduksi bottom dies mold U (cetakan pembuat interlock brick);
- PT 3S International memproduksi pressure gauge (alat ukur tekanan) dan thermocouple (alat pengukur suhu).
- PT Bimuda Karya Teknik memproduksi chain drive (rantai mesin truck loader);
- PT Sari Teknindo Perkasa dan CV Desra Teknik memproduksi carry idler (alat penumpu belt conveyor); serta
- PT Aneka Mitra Indoguna memproduksi pulley non-drive (pulley pada belt conveyor).
Dengan demikian, kedelapan UKM binaan SIG tersebut telah berhasil memproduksi sparepart yang siap digunakan di pabrik-pabrik SIG untuk substitusi produk impor.
Pola kerja sama ini tidak hanya mendukung kemajuan industri dalam negeri, khususnya UKM dengan menjadi bagian dalam rantai pasok, tetapi juga membantu Perusahaan dalam meningkatkan porsi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sparepart.
TKDN sparepart SIG Group selalu melampaui target dan terus menunjukkan peningkatan tiap tahunnya.
Baca Juga: Perjalanan Panjang di Udara, Simak Tips Pilih Makanan yang Cocok Berikut
Pada 2023, realisasi penggunaan TKDN sparepart SIG Group tercatat sebesar Rp652 miliar atau lebih tinggi 9,4% dari target yang ditetapkan sebesar Rp596 miliar. Capaian pada 2023 tersebut bahkan naik 107% dari baseline 2020 sebesar Rp306 miliar.
Inisiatif peningkatan TKDN berbasis UKM binaan juga membantu SIG mendapatkan produk sparepart yang andal secara teknis maupun ekonomis sesuai standar quality, cost, delivery dalam rangka mendukung pencapaian target operational excellence yang menjadi keunggulan kompetitif Perusahaan.
Sementara itu, Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari menjelaskan, jenis sparepart yang diproduksi adalah yang rutin dilakukan penggantian dan dapat digunakan di seluruh pabrik, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi UKM dan membantu SIG menghemat biaya pengadaan sparepart.
Baca Juga: Simak Cara Pesan Tiket Double Decker DAMRI, Jadikan Perjalanan Nyaman Menuju Surabaya dan Malang
Hal itu merupakan bentuk keberpihakan SIG terhadap UKM untuk bisa terus maju, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“UKM di Indonesia memiliki kemampuan dan kualitas yang tidak kalah dari industri luar negeri. Mereka hanya butuh kesempatan, pendampingan dan dukungan pendanaan, untuk bisa mereplikasi produk impor menjadi lokal. "
"Melalui program pembinaan ini, SIG telah membantu UKM untuk naik kelas dan siap bersaing di kancah global,” tutup Reni Wulandari.***