rilis-bumn

Kuartal I Tahun 2024, SIG Catatkan Laba Sebesar Rp472 Miliar di Tengah Kontraksi Permintaan Semen Domestik

Rabu, 1 Mei 2024 | 14:30 WIB
Karyawan PT Semen Gresik melakukan pengecekan pada pipa pembakaran bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) di area finish mill Pabrik Rembang, Jawa Tengah. (DOK.PT Semen Indonesia (Persero) Tbk)

Kabar BUMN - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian pada kuartal I tahun 2024.

SIG meringkas, volume penjualan sebanyak 9,18 juta ton, pendapatan tercatat sebesar Rp8,38 triliun, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp6,17 triliun, EBITDA tercatat sebesar Rp1,73 triliun.

Adapun laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp472 miliar.

Baca Juga: Hidden Gem! Rekomendasi Tempat Makan di Bandung yang Sajikan Masakan Sunda Otentik

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, industri semen domestik mengalami kontraksi pada kuartal I tahun 2024 terutama segmen semen kantong (ritel) yang berkontibusi sekitar 70% dari total pendapatan SIG.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan volume penjualan dan pendapatan SIG.

Di sisi lain, SIG berhasil meningkatkan volume penjualan pada segmen curah (proyek dan business to business) dan ekspor.

Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Perumnas Gandeng Pelaku UMKM Perempuan di Paras Ayu Fest 2024

Meski demikian, SIG mampu menjaga profitabilitas melalui berbagai program pengelolaan biaya dan operational excellence, sehingga beban pokok pendapatan tercatat turun 4,9% yoy dan beban usaha tercatat 4,3% lebih rendah dari tahun lalu.

Di samping inisiatif efisiensi biaya, SIG juga berfokus pada pengelolaan arus kas sehingga kondisi likuiditas dan solvabilitas dapat terjaga.

“Upaya-upaya tersebut mendukung kemampuan SIG untuk dapat meminimalkan dampak kontraksi permintaan semen, sehingga SIG dapat mempertahankan margin EBITDA sebesar 20,7% dan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp472 miliar pada kuartal I tahun 2024,” kata Vita Mahreyni.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Terbaik di Jawa Tengah yang Wajib Dikunjungi, Dijamin Seru!

Ke depan, Vita Mahreyni menyampaikan, SIG optimis industri semen domestik masih memiliki prospek yang baik.

Hal itu didorong oleh permintaan semen untuk pengembangan properti dan perumahan menyusul backlog pembangunan perumahan nasional yang mencapai 12,75 juta unit, dan masifnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang akan membantu utilisasi kapasitas industri semen domestik.

Halaman:

Tags

Terkini