Salt Centre Terintegrasi berlokasi Desa Banyusangka, Kab. Bangkalan, Madura yang bertujuan menghidupkan kembali kejayaan garam rakyat di pesisir Madura dengan teknologi tepat guna dan membangun kapasitas kelompok petani garam meningkatkan produksi di tengah perubahan iklim.
Kokolomboi Lestari berlokasi di Desa Leme-Leme Darat, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah dimana program ini melibatkan dan memberdayakan Masyarakat Adat Togong-Tanga yang merupakan suku asli Sea-Sea.
Mereka yang dulu memenuhi kebutuhan hidup dengan menebang pohon, diberdayakan dengan kegiatan ekonomi budidaya lebah madu batu dan dahan yang ramah lingkungan melalui inovasi rumah lebah batang palem dan wisata minat khusus.
Baca Juga: Berusia Ratusan Tahun, Pesona Pohon Akar Seribu di Mojokerto Tak Pernah Pudar
Sedangkan Prabu Kresna berlokasi di Desa Rahayu, Kec. Soko, Kab. Tuban yang mengangkat inovasi sistem swasembada pupuk melalui pengelolaan sistem Rumah Kompos (Rumpos) berbasis kelompok dengan sistem pola transaksi barter komoditas bahan limbah organik (kotoran ternak, hijauan, hama keong) dengan produk pupuk kompos siap pakai sehingga diharapkan dapat menggeser paradigma pertanian konvensional ke arah pertanian organik.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan sebagai BUMN Pertamina memiliki tanggung jawab memberdayakan masyarakat rentan di sekitar operasi serta masyarakat yang tinggal di pelosok agar bisa sama-sama tumbuh, maju dan mandiri.
"Program TJSL yang dijalankan Pertamina salah satunya menyasar masyarakat rentan dan masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) agar lebih sejahtera dan mandiri secara ekonomi," tandas Fadjar.***