rilis-bumn

Tekan Emisi Perusahaan, Bank Mandiri Serius Terapkan Digital Carbon Tracking

Kamis, 6 Juni 2024 | 07:45 WIB
Bank Mandiri merupakan bank pertama yang menerapkan pelacakan jejak karbon di Indonesia melalui Digital Carbon Tracking. (Dok. Bank Mandiri)

Kabar BUMN - Bank Mandiri semakin serius menggunakan platform Digital Carbon Tracking.

Ini merupakan bentuk transparansi informasi atas emisi gas rumah kaca (GRK) dari operasional Bank Mandiri.

Platform ini diluncurkan pada akhir 2023 lalu bertepatan dengan perhelatan acara Mandiri Environment, Social, and Governance (ESG) Festival.

Baca Juga: Merangkul Semangat Idul Adha 1445 H, Bank Mandiri dan MAI Luncurkan Fitur Kurban di Livin’ Sukha

Vice President ESG Communication Bank Mandiri Adam Zahir mengatakan Bank Mandiri merupakan bank pertama yang menerapkan pelacakan jejak karbon di Indonesia melalui Digital Carbon Tracking.

Platform ini sekaligus menjadi inisiatif perusahaan dalam menargetkan Net Zero Emissions (NZE) in Operations pada tahun 2030 atau lebih cepat.

“Dengan memonitor jejak karbon secara digital ini, kami juga turut menumbuhkan awareness untuk mengimplementasikan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan serta menentukan strategi kedepannya untuk memperkuat komitmen kami dalam menurunkan emisi operasional,” kata Adam.

Baca Juga: Solusi Lifestyle Mudah! Bank Mandiri dan JCB Gelar Mandiri JCB Precious Festival 2024

Berdasarkan penghitungan Bank Mandiri selama lima tahun terakhir, jumlah emisi GRK secara keseluruhan mengalami penurunan, dari 358.753,56 tCO2e pada 2019 menjadi 295.713,18 tCO2e di 2023 atau turun sebesar 17,6%.

Sebagai catatan, 2019 merupakan tahun dasar (baseline) berjalannya penghitungan emisi.

Usaha Bank Mandiri untuk menurunkan emisi operasional juga terdapat pada penurunan intensitas emisi GRK karyawan, dari 9,18 tCO2e di 2019 turun ke 7,59 tCO2e pada 2023.

Baca Juga: Membara! Bank Mandiri Jual Tiket Timnas Garuda Menuju Piala Dunia 2026 di Livin’ Sukha

Penurunan ini tercapai berdasarkan inisiatif Bank Mandiri untuk mencapai karbon netral, terutama dalam hal efisiensi energi.

Misalnya, melalui penghematan bahan bakar minyak dan listrik, penggunaan electric vehicle, pemakaian lampu LED, pemasangan panel surya, dan lain-lain.

Halaman:

Tags

Terkini