Afida menerangkan, sekitar tahun 2018-2019, waktu pesanan seragam mulai banyak, ia bingung mencari modal tambahan.
“Kebetulan ada salah satu teman yang kerja di BRI dan menawarkan brosur KUR. Saya hitung-hitung kok bunganya rendah sekali. Jadi akhirnya saya mengajukan itu dan mendapatkan pinjaman Rp10 juta,” ceritanya.
Seiring kapasitas usahanya yang semakin besar dan banyaknya kebutuhan serta biaya lain untuk produksi, ia pun kembali mengajukan pinjaman KUR dari BRI dengan jumlah yang terus meningkat.
Semuanya dimanfaatkan untuk modal tambahan operasional yang membantu perputaran keuangan usahanya.
Baca Juga: Kembali Menjadi Mitra Distribusi SBN, BRI Tawarkan SBR013 dengan Berbagai Program Menarik
Tidak butuh waktu lama untuk Zialova Batik menjadi salah satu UMKM binaan Rumah BUMN.
Afida bercerita, ia sering mendapatkan pelatihan yang sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha. Ia juga beberapa kali diajak berpartisipasi dalam event BRI untuk pameran.
Afida punya harapan besar terkait usaha rintisannya ini agar bisa terus berkembang dan memberikan manfaat untuk masyarakat sekitarnya.
Baca Juga: BRI Kembali Buka 3 Program Rekrutmen Pekerja
“Kami ini produsen jadi banyak tenaga lokal dari masyarakat sekitar yang membantu, jadi semoga bisa semakin bermanfaat. Dan bagi wisatawan atau pemudik yang ke Pekalongan, monggo mampir ke outlet kami,” jelasnya.
BRI selaku bank terbesar dalam penyaluran KUR di tanah air selalu konsisten dalam memberikan dukungan permodalan bagi pelaku UMKM.
BRI juga memberikan pendampingan usaha dalam pengembangan produk hingga upaya digitalisasi pelaku UMKM.
Baca Juga: Selaras Kinerja Perusahaan yang Menguat dan Bertumbuh Positif, Direksi BRI Kompak Borong Saham BBRI