rilis-bumn

InJourney Raih Peringkat Tertinggi idAAA/stable outlook dari PEFINDO

Sabtu, 29 Juni 2024 | 07:30 WIB
InJourney meraih peringkat tertinggi idAAAstable outlook dari PEFINDO berkat kinerja bisnis dan keuangan yang terus bertumbuh. (Dok. InJourney)

Kabar BUMN - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, BUMN yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, berhasil meraih peringkat tertinggi "idAAA/stable outlook" dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Peringkat ini merupakan pengakuan atas kinerja bisnis dan keuangan InJourney yang terus bertumbuh dan kemampuannya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.

Penilaian Pefindo didasarkan pada data dan informasi perusahaan serta laporan keuangan audit per 31 Desember 2023.

Baca Juga: Usai Le Mans, Sean Gelael Tancap Gas Bareng Pertamax Turbo di FIA WEC Sao Paulo

Peringkat idAAA/stable outlook menunjukkan bahwa InJourney memiliki "kemampuan superior" untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya dibandingkan dengan obligor lain di Indonesia.

PEFINDO menyatakan bahwa peringkat idAAA dengan outlook stabil merefleksikan dukungan yang sangat kuat dari Pemerintah Indonesia.

Kualitas kredit yang kuat dari anak usaha di sektor aviasi, serta kuatnya segmen pariwisata di Indonesia khususnya pada produk dan aset yang berada di bawah kelolaan InJourney.

Baca Juga: Eksplorasi Keindahan Boyolali, Rekomendasi 5 Destinasi Wisata yang Menarik Dijelajahi

“Peringkat yang diperoleh InJourney tersebut merefleksikan kinerja dan performa perusahaan yang solid sepanjang tahun 2023," jelas Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria.

"Sejalan dengan terus bangkitnya sektor pariwisata dan juga industri aviasi Indonesia, kami berharap InJourney terus membukukan kinerja yang baik sehingga peringkat ini dapat terus dipertahankan,” ujarnya.

Kinerja yang solid tersebut diraih seiring dengan upaya InJourney Group untuk bersinergi dalam menjalankan kegiatan bisnisnya serta didukung dengan semakin pulihnya industri pariwisata dan aviasi di Indonesia.

Baca Juga: Nindya Karya Gelar Program Pengembangan Pelajar SMK Konstruksi untuk Meningkatkan Kompetensi dan Keterampilan

Pada tahun 2023, InJourney berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun, yang berarti melonjak hingga 211%, dibandingkan tahun 2022 yang mengalami rugi Rp993 miliar.

InJourney juga berhasil mencetak EBITDA Rp8,8 triliun, meningkat hingga 72% jika dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp5,1 triliun.

Halaman:

Tags

Terkini