rilis-bumn

Pertama di Indonesia, Pemprov Sumsel dan Kilang Pertamina Plaju Bangun Taman Rawa di Jakabaring, Tanam 55 Spesies Pohon Langka

Rabu, 3 Juli 2024 | 16:00 WIB
Pemprov Sumsel dan Kilang Pertamina Plaju bersinergi membangun Taman Rawa di Jakabaring dengan menanam 55 spesies pohon langka. (Dok. Pertamina)

Kilang Pertamina Plaju, kata Yulianto, juga fokus pada beberapa program pelestarian keanekaragaman hayati serupa, di antaranya Riset & Konservasi Ikan Belida (Chitala Lopis) yang hingga saat ini telah dikonservasi sebanyak 154 ekor.

 

Baca Juga: Pertamina Hulu Rokan (PHR) Buka Program Magang Kerja Batch ke-5, Simak Persyaratannya

Kemudian penangkaran Rusa sebanyak 33 ekor dengan 32 ekor rusa totol dan seekor rusa sambar.

Lalu konservasi Gajah Sumatera yang berjumlah 28 ekor gajah serta penanaman 4.663 pohon dari 104 spesies yang ada guna mendukung program penghijauan pada wilayah Komplek Pertamina.

Pemprov Sumsel dan Kilang Pertamina Plaju bersinergi membangun Taman Rawa di Jakabaring dengan menanam 55 spesies pohon langka. (Dok. Pertamina)

Taman Rawa Pertama di Indonesia dengan 30 Spesies Pohon Terancam Punah

Di taman ini nantinya akan ditanam total 55 spesies pohon langka, yang terdiri dari 30 spesies tanaman utama yang terancam punah, dan 25 spesies tanaman pendukung.

Beberapa di antaranya, sudah terancam punah dengan status rawan, kritis, genting, dan rendah perhatian.

Misalnya, pohon Geronggang (Cratoxylum Arborescens), Meranti (Shorea), Tembesu (Fragea Fragrans), Belangeran (Shorea Balangeran), dan Ramin (Gonystylus Bancanus).

Baca Juga: BRI Tampilkan Perjalanan Transformasi Digital di Product Development Conference 2024

Taman tersebut merupakan tempat konservasi Flora langka berbasis tanah rawa di sekitar kompleks Jakabaring Sport Center Palembang, sehingga menjadikannya sebagai taman Rawa untuk pelestarian keanekaragaman hayati pertama di Indonesia.

Taman Keanekaragaman Hayati, yang selanjutnya disebut Taman Kehati adalah suatu kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi in-situ dan/atau ex-situ.

Taman ini bertujuan untuk penyelamatan berbagai spesies tumbuhan asli/lokal yang memiliki tingkat ancaman sangat tinggi terhadap kelestariannya atau ancaman yang mengakibatkan kepunahannya,” ujarnya.

Baca Juga: BRI Tampilkan Perjalanan Transformasi Digital di Product Development Conference 2024

Halaman:

Tags

Terkini