rilis-bumn

Hutama Karya Dukung Kemajuan Pendidikan melalui Rehabilitasi Total Gedung Sekolah di DKI Jakarta

Rabu, 10 Juli 2024 | 09:30 WIB
Dukung kemajuan pendidikan, Hutama karya meraih kontrak proyek Rehab Total Gedung Sekolah Tahun 2024 Paket 1 di wilayah DKI Jakarta. (Dok. Hutama Karya)

Kabar BUMN - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berkomitmen untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia dengan meraih kontrak proyek Rehab Total Gedung Sekolah Tahun 2024 Paket 1 di wilayah DKI Jakarta.

Proyek Rehab Total Gedung Sekolah ini menelan biaya sebesar Rp 262 miliar dan diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi para siswa.

Penandatanganan kontrak proyek yang didapatkan Hutama Karya ini dilakukan pada Jumat (28/6) di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Kereta Api Jaka Tingkir Rangkaian Baru Ekonomi New Generation versi Modifikasi, Mulai Beroperasi 25 dan 26 Juli 2024

Mereka yang mewakili adalah PPK Kepala Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Budiyono dengan Executive Vice President (EVP) Divisi Gedung Hutama Karya, Nyoman Endi Mahendra.

Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh pada bangunan sekolah.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di DKI Jakarta dan mendukung kegiatan belajar mengajar di dalam maupun di luar kelas bagi para siswa.

Baca Juga: 6 Tempat Wisata yang Direkomendasikan di Kenjeran, Surabaya, Menikmati Keindahan Matahari Terbenam dan Kuliner Laut

“Hutama Karya akan merehabilitasi sekolah pada 6 lokasi di Wilayah Jakarta Pusat yang terdiri dari SDN Kampung Bali 01; SDN Pasar Baru 01/03/05 dan TK Negeri Sawah Besar 01,"

"SDN Duri Pulo 01/02/03/04/05/10; SDN Karang Anyar 01/02/05/06/08; SDN Cikini 01,02 dan USB SMA; serta KBN Cempaka Baru dan PKBM 29 Cempaka Baru,” ujar Adjib.

Lebih lanjut Adjib menjelaskan bahwa proyek rehab total gedung sekolah ini mencakup pembangunan kembali dari tahap awal yaitu dari pemancangan pondasi hingga penyelesaian akhir dengan standar yang lebih baik.

Baca Juga: Jamkrindo Dorong Digitalisasi dan Transformasi Bisnis UMKM di Sumbawa

Hal tersebut dilakukan mengingat kondisi bangunan sekolah eksisting sudah berusia puluhan tahun.

Selain itu, kapasitas daya tampungnya tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan jumlah peserta didik yang terus meningkat, sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi kurang optimal.

Halaman:

Tags

Terkini