Hutama Karya Fokus Lestarikan Kain Sasirangan UMK Binaan di Banjar, Pemberdayaan Perempuan Serta Difabel

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 26 Juni 2024 | 14:30 WIB
Hutama Karya turut berkontribusi dalam pengembangan KINNI Store, Usaha Mikro Kecil (UMK) asal Kabupaten Banjar yang bergerak pada produksi kain Sasirangan. (DOK.PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya))
Hutama Karya turut berkontribusi dalam pengembangan KINNI Store, Usaha Mikro Kecil (UMK) asal Kabupaten Banjar yang bergerak pada produksi kain Sasirangan. (DOK.PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya))

Kabar BUMN – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) turut berkontribusi dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) HK Peduli Kreatif, yang berfokus pada pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Dukungan ini diberikan kepada KINNI Store, sebuah UMK asal Kabupaten Banjar yang bergerak pada produksi kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan.

KINNI Store didirikan dengan tujuan awal sebagai sumber pendapatan bagi keluarga, sekaligus turut melestarikan kain tradisional Sasirangan dengan motif dan filosofi mendalam.

Baca Juga: PT Telkom Indonesia Mencari Engineer untuk Lowongan Magang BUMN di Jakarta Pusat, Ini Persyaratannya!

Seiring waktu, salah satu UMK unggulan binaan Hutama Karya ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim mengatakan bahwa dukungan Hutama Karya kepada KINNI Store dimulai sejak tahun 2020, dan hingga saat ini telah mampu meningkatkan kualitas produk serta memperluas jangkauan pemasarannya.

Dukungan yang diberikan mencakup pinjaman modal usaha, tambahan bahan baku, memberikan akses pasar yang lebih luas dengan mengikutsertakannya dalam berbagai ajang pameran, serta melakukan pendampingan pada proses pendaftaran merek dagang KINNI Store di Ditjen Kekayaan Intelektual.

Baca Juga: HUT ke-78, Melalui Program CSR BNII Go Green, BNI Tanam 78.000 Bibit Mangrove di Teluk Pangpang

“Saat ini KINNI Store telah mengalami peningkatan omset mencapai 100%, dan pasar KINNI Store yang sebelumnya hanya mencakup wilayah lokal kini telah berkembang ke level nasional. Peningkatan ini terlihat dari volume produksi yang signifikan, dari 5-8 kain per bulan menjadi 15-20 kain per bulan,” ujar Adjib.

Lebih lanjut Adjib menjelaskan salah satu aspek yang paling menginspirasi dari KINNI Store adalah inisiatifnya untuk melibatkan kaum perempuan dan penyandang disabilitas yang tergabung di dalam komunitas Teras Inklusi di sekitar Kabupaten Banjar.

“Dengan meningkatnya permintaan pasar, KINNI Store telah menambah kegiatan produksinya dengan melibatkan kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan, sekaligus turut membangun rasa percaya diri dan kemandirian mereka,” ujar Adjib.

Baca Juga: Kuliner ‘Nelongso’ yang Sekarang Banyak Disuka Orang, Salah Satu Alasannya Karena Ternyata Menyehatkan

Adjib kembali menambahkan bahwa program pembinaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Hutama Karya untuk memberdayakan UMK, melestarikan budaya lokal serta membantu mereka untuk tumbuh secara berkelanjutan dalam ekosistem bisnis yang semakin kompetitif.

“KINNI Store dan UMK binaan Hutama Karya lainnya diharapkan dapat semakin berkembang serta memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat sekitar,” imbuh Adjib.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini