Kabar BUMN – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) resmi menjalin kerjasama dengan IPB University.
Kolaborasi ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilakukan antara Direktur Operasi I Hutama Karya, Agung Fajarwanto dengan Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni, IPB University, Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen Siregar, M.For.Sc pada Jumat (5/7) di Kampus IPB University, Bogor.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim mengatakan bahwa nota kesepahaman tersebut didasari oleh beberapa faktor penting yang saling melengkapi bagi kedua belah pihak.
Hal ini sekaligus sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan kemampuan akademis dan praktis dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
“Pertimbangan untuk memilih IPB University dalam kerjasama ini didasari atas kompetensi, sumber daya pendidiknya, fasilitas pendukung kegiatan pendidikan yang memadai, serta topik riset penelitian yang memiliki kesesuaian dengan aktivitas operasional perusahaan,” ujar Adjib.
Hutama Karya bersama IPB University akan melakukan penelitian dan pengembangan terkait isu-isu Environmental, Social, and Governance (ESG).
Hal ini dilakukan dengan menerapkan kebijakan ramah lingkungan dalam pembangunan dan operasional Jalan Tol Trans Sumatera yang mencakup upaya menjaga kestabilan tanah, perlindungan satwa, serta langkah dalam mengurangi karbon.
Dalam kerjasama ini, Hutama Karya berperan sebagai fasilitator yang mengimplementasikan penelitian dan inovasi pada proses transfer pengetahuan dari sudut pandang sebagai ahli.
Baca Juga: PHKT Sosialisasikan Keselamatan dan Keamanan Fasilitas Hulu Migas di Daerah Terbatas Terlarang
Sementara IPB University mendukung dari sisi akademis dan menyediakan sumber daya untuk kegiatan penelitian maupun pembelajaran tersebut.
Lebih lanjut Adjib menjelaskan mengenai proses selanjutnya akan dilakukan diskusi tentang pembagian lingkup dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama riset di bidang kestabilan tanah.