rilis-bumn

Rawan Terjadi Kecelakaan, KAI Tutup 127 Perlintasan Sebidang

Sabtu, 27 Juli 2024 | 06:30 WIB
KAI menutup 127 perlintasan sebidang. (DOK.PT KAI)

1. Korban jiwa: Timbulnya korban jiwa meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan dari petugas, penumpang, dan pengguna jalan.

Baca Juga: 4 Kuliner Malam di Solo, Ada yang Buka Sampai 24 Jam, Kumpul dengan Rekan Kerja di Jumat Malam bisa Berlama-lama

2. Kerusakan sarana kereta api: Kerusakan lokomotif, kereta, dan gerbong.

3. Kerusakan prasarana kereta api: Kerusakan rel, bantalan, jembatan, dan alat persinyalan.

4. Gangguan perjalanan kereta api dan pelayanan: Keterlambatan kereta api, penumpukan penumpang, pengalihan ke moda transportasi lain (overstappen).

Baca Juga: Gelegar PLN Mobile 2024 Sudah Dibuka, Jangan Lewatkan Kesempatan Meraih Hadiah Emas Hingga Mobil Listrik!

Adapun upaya lain yang KAI lakukan untuk peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang dalam kurun waktu 2020 s/d 2024 diantaranya sosialisasi keselamatan dengan melibatkan dishub, railfans, dan masyarakat sebanyak 3.320 kali, memasang 1.553 spanduk peringatan di perlintasan rawan, serta menertibkan 646 bangunan liar di sekitar jalur KA.

Selain itu, KAI juga mengusulkan pembuatan perlintasan tidak sebidang kepada pemerintah yaitu dengan membangun flyover atau underpass, serta melakukan perawatan dan perbaikan peralatan di perlintasan sebidang.

“Kami harap seluruh unsur masyarakat dan pemerintah bersama-sama peduli terhadap keselamatan di perlintasan sebidang.

Baca Juga: PT Sang Hyang Seri Berikan Kompensasi kepada Warga Penghuni Rumah Dinas di Duren Tiga Jakarta Selatan

"Diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi seluruh rambu-rambu yang ada saat berkendara melintas perlintasan sebidang kereta api,” tutup Anne.

Pada saat ini terdapat 4.254 titik perlintasan sebidang yang terdiri dari titik perlintasan terjaga sebanyak 1.799 (42%) dan titik perlintasan yang tidak terjaga sebanyak 2.455 (58%).***

 

Halaman:

Tags

Terkini