Kabar BUMN – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong terus berinovasi dengan menghasilkan solusi ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah operasionalnya.
Bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), PGE mengembangkan pupuk dan booster cair nanosilika dari produk samping panas bumi yaitu Silika, yang diberi nama "Katrili".
Pupuk alternatif ini diharapkan menjadi solusi berkualitas bagi para petani.
Penyemprotan perdana pupuk "Katrili" dilakukan di Demplot Pilot Project, Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara pada Jumat (26/7/2024) lalu.
Turut hadir dalam acara ini adalah Corporate Secretary PGE Kitty Andhora, General Manager PGE Area Lahendong Albertus Novi Purwono, Dekan FT UGM Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng, tim peneliti yang diketuai oleh Ketua Pusat Penelitian Panas Bumi FT UGM Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., IPM, Camat Tompaso Barat Stefry Hendra Pandey, ST., MAP., Hukum Tua Desa Tonsewer Selatan Hanny Lepa, dan Hukum Tua Tonsewer Okte A.O. Sumilar.
GM PGE Area Lahendong Albertus Novi Purwono menyatakan bahwa kolaborasi ini tidak hanya merupakan inovasi Perusahaan dalam meragamkan pendayagunaan panas bumi, tetapi juga inisiatif untuk membantu para petani di Sulawesi Utara.
“Kami menyadari adanya kelangkaan pupuk di kalangan petani Sulawesi Utara yang tentu menghambat keberlanjutan produktivitas hasil pertanian.
"Dengan inovasi bersama FT UGM, kami bangga mampu memberi dukungan agar para petani dapat tetap produktif dan mampu menghasilkan hasil pertanian yang berkualitas bagi masyarakat luas,” kata Albertus Novi Purwono.
Terobosan ini merupakan hasil penelitian Pusat Penelitian Panas Bumi FT UGM yang menemukan bahwa endapan silika panas bumi yang diolah dengan teknologi nano bersama kitosan dapat berfungsi sebagai penyubur, pelindung, dan penguat tanaman.
Baca Juga: PGE Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Pertamina Investor Day 2024
Endapan ini, yang sebelumnya hanya merupakan limbah, diusulkan diolah menjadi pupuk dan booster cair yang dinamakan “Katrili” di bawah kerja sama PGE Area Lahendong dan FT UGM.
Kerja sama ini melingkupi produksi, uji coba di lahan demonstrasi (demplot), uji kualitas, dan uji keramahan produk terhadap lingkungan.