rilis-bumn

ID FOOD Terapkan Smart Farming untuk Tingkatkan Produktivitas Pangan Nasional

Sabtu, 3 Agustus 2024 | 14:30 WIB
ID FOOD menerapkan smart farming untuk mengatasi tantangan produktivitas pertanian dan kualitas pangan nasional. (Dok. ID Food)

Dari sisi manajemen misalnya, konektifitas sistem yang dihasilkan mendukung proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, serta membantu berjalannya sistem peringatan dini yang dapat menghindarkan perusahaan dari kerugian atau kehilangan produksi.

Sementara dari sisi produksi, penerapan smart farming penting untuk menjaga akurasi pelaksanaan budidaya tebu dari mulai tanam hingga panen/tebang, sehingga dapat meningkatkan produktivitas tebu dan gula ID FOOD.

Dampaknya, penjualan gula ID FOOD pada 2023 mengalami peningkatan 5%, atau tumbuh dari 401 ribu ton di tahun 2022 menjadi 421 ribu ton di tahun 2023.

Baca Juga: Komitmen Terapkan Aspek ESG, Hutama Karya Raih Dua Penghargaan Bergengsi

Sedangkan dari sisi keuangan, menurut Raras, penerapan smart farming di ID FOOD juga telah memberikan dampak positif dari mulai pengurangan biaya atau efisiensi dan peningkatan pendapatan.

Di lini bisnis gula sendiri, pada tahun 2023 terjadi peningkatan pendapatan 14%. Pertumbuhan pendapatan terjadi dari Rp 4,9 triliun pada 2022 menjadi Rp 5,6 triliun pada 2023.

Lebih lanjut Raras mengatakan, pertumbuhan tersebut tentunya tidak dapat dilepaskan dari penerapan digitalisasi teknologi yang dijalankan perusahaan secara bertahap, sesuai Roadmap Smart Farming yang telah disusun.

Baca Juga: Kembali Digelar, PLN Electric Run 2024 Ajak Ribuan Pelari Gaungkan Spirit Ramah Lingkungan

“Smart farming memberikan dampak finansial yang besar dibandingkan metode tradisional, dengan biaya tahunan yang lebih rendah untuk tenaga kerja dan peralatan."

"Penghematan biaya ini bisa jadi diinvestasikan kembali ke dalam penelitian untuk meningkatkan hasil panen,” paparnya.

Halaman:

Tags

Terkini