Capaian rendemen juga mengalami peningkatan.
“Untuk rendemen capaian rata-rata hari ini mencapai 7,4%. Salah satu pabrik gula yang dikelola PT PG Rajawali II yaitu PG Jatitujuh bahkan mencapai rendemen 7,6%,” sebutnya.
Menurutnya, perbaikan kinerja operasional pabrik gula menjadi concern ID FOOD sebagai Holding.
“Mengingat kinerja operasional yang baik akan berdampak pada peningkatan produktivitas gula dan produk turunannya sebagai sumber pendapatan utama pabrik gula,” tambahnya.
Baca Juga: Pertamina Tegaskan Kilang Plaju Siap Pasok Ketahanan Energi Nasional
Sis Apik menyampaikan, tren kinerja positif PT PG Rajawali II ini akan terus ditingkatkan.
Pada tahun 2024, ID FOOD menargetkan PT PG Rajawali II meraih rendemen 7,5% dengan total produksi gula 84 ribu ton atau meningkat 27% dari produksi tahun 2023.
Lebih lanjut, ia berharap, perbaikan kinerja perusahaan gula satu-satunya di Jawa Barat tersebut dapat berefek bagi pembangunan dan pertumbuhan lingkungan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Pengen Jadi Wartawan BUMN? Yuk, Daftar Lowongan Magang di Perum ANTARA Periode Agustus 2024!
“Pembenahan kinerja pabrik gula diharapkan berefek ganda, diantaranya menumbuhkan kepercayaan sekaligus mendorong minat masyarakat di sekitar untuk menanam tebu.
"Tentunya salah satu modal menuju swasembada gula adalah tumbuhnya minat masyarakat menanam tebu,” ungkapnya.
Menurutnya, upaya mendorong minat masyarakat menanam tebu menjadi bagian dari program prioritas ID FOOD. Untuk itu, Pabrik Gula ID FOOD Group terus gencar meningkatkan program kemitraan tebu bersama para petani tebu rakyat di sekitar wilayah PG.
Baca Juga: Ciptakan Perputaran Ekonomi Rp10,42 triliun, BRI Kembali Jadi Sponsor Utama Liga 1 2024-2025
“Dalam empat tahun terakhir pelaksanaan kemitraan tebu PT PG Rajawali II tercatat angka partisipasi masyarakat dan luas lahan terus meningkat. Hal ini menandai kepercayaan masyarakat semakin tumbuh dan program kemitraan turut memberikan manfaat bagi kesejahteraan,” terangnya.