Baca Juga: InJourney Raih Peringkat Tertinggi idAAA/stable outlook dari PEFINDO
"Market Pelita Air paling besar yang saat ini diisi selain untuk perjalanan bisnis, juga diisi market pelajar dan family trip, untuk pasar pariwisata masih belum terdongkrak, semoga dengan adanya building connectivity borobudur, market dari sektor pariwisata bisa terangkat dan Pelita Air hadir untuk mengoneksikannya." jelas Asa Perkasa, Direktur Niaga Pelita Air.
Lebih lanjut, anak perusahaan InJourney yang bergerak di bidang jasa pendukung aviasi, kargo, dan logistik yakni InJourney Aviation Services ikut berperan dalam memberikan pelayanan konektivitas udara yang dilakukan oleh Thai Airways.
"Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan jumlah penerbangan dari Thailand ke Bandara YIA.
Baca Juga: InJourney Berhasil Catat Laba Sebesar Rp1,1 Triuliun pada Tahun 2023, EBITDA Tumbuh 73 Persen
"Dengan begitu akan membuka peluang lebih besar dalam pengembangan pariwisata Indonesia, serta memperkuat posisi Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi wisata favorit wisatawan mancanegara,” kata Direktur Utama IAS Dendi Danianto.
IAS siap mendukung proses pergerakan penumpang secara seamless melalui layanan passenger handling Joumpa yang ada di 40 bandara di Indonesia.
Hal ini akan memastikan pengalaman perjalanan yang efisien dan nyaman bagi setiap wisatawan, dari kedatangan hingga keberangkatan.
Jawa Tengah dan Candi Borobudur merupakan destinasi pariwisata yang memiliki potensi pasar yang besar.
Pemerintah mengupayakan berbagai fasilitas yang terintegrasi untuk menciptakan destinasi pariwisata yang mengesankan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi pariwisata di kawasan ini.
Upaya ini membutuhkan konektivitas udara yang baik untuk memperlancar arus penumpang dan barang, sehingga mendorong peningkatan kunjungan wisatawan di kawasan Candi Borobudur.***