rilis-bumn

Bio Farma dan RSPI Sulianti Saroso Teken MoU Penelitian Surveilans Meningokokus, Pantau Penularan Pada Jamaah Pasca Umrah

Kamis, 22 Agustus 2024 | 14:45 WIB
Penandatanganan MoU antara Bio Farma dan RSPI Sulianti Saroso terkait penelitian penyakit meningitis meningokokus pada jamaah pasca umrah. (Dok. Bio Farma)

Saat ini belum ada surveilans yang memadai untuk dapat mendeteksi kejadian meningitis meningokokus pada jamaah umrah di Indonesia.

Baca Juga: Kunjungan WANTANNAS ke Bio Farma: Langkah Strategis Jaga Ketahanan Kesehatan

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr. Alvin Kosasih menyatakan dukungan RSPI dalam bidang penelitian, utamanya kegiatan penelitian untuk penganggulangan penyakit.

"RSPI siap mendukung kegiatan penelitian ini sebagai bagian dari pilar penelitian di rumah sakit.

"Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut pada penelitian-penelitian selanjutnya," kata Alvin.

Baca Juga: Ulang Tahun ke-134, Bio Farma Salurkan Bantuan Rp2.150.000.000 untuk Masyarakat

Plt. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr. Yudi Pramono menyampaikan kedepannya akan dilakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran untuk perlindungan terhadap paparan meningitis.

"Hasil penelitian ini akan menguatkan kebijakan vaksinasi meningitis bagi jamaah umrah.

"Kami juga menekankan perlunya sosialisasi kepada jamaah terkait tujuan dan manfaat vaksinasi."

Baca Juga: Lowongan Magang Lean Manufacture di Perusahaan BUMN PT Bio Farma, Ini Syarat dan Kualifikasinya

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu upaya pencegahan dan pengendalian penyakit meningitis meningokokus pada jamaah umrah di Indonesia, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam menjamin kesehatan dan keselamatan para jamaah.

Pada tahun 2016, Indonesia memiliki 78.018 kasus meningitis dan 4.313 kematian akibat penyakit ini, menjadikannya negara dengan kasus dan tingkat kematian tertinggi di Asia Tenggara.

Pada tahun 2015, 2016, dan 2017, jumlah kasus suspek meningitis di Indonesia masing-masing adalah 339, 279, dan 353.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2024: Bio Farma Gelar BioFest “Imunisasi Lengkap Lindungi Generasi Hebat” di 6 Kota

Data dari Vemela 2021 menunjukkan bahwa angka kejadian meningitis pediatrik di Indonesia akan terus meningkat dengan tingkat kematian 18-40%.***

Halaman:

Tags

Terkini