Kabar BUMN – PT Brantas Abipraya (Persero) tengah membangun Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pembangunan bendungan ini semakin mengukuhkan posisi Brantas Abipraya sebagai BUMN konstruksi terunggul.
Ditargetkan selesai pada 2025, Bandungan Mbay saat ini telah sampai pada pengerjaan paket II.
Baca Juga: Brantas Abipraya Umumkan Siapkan Penangkal Banjir di Karawang dan Bekasi
Pembangunan Bendungan Mbay ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mencapai kedaulatan pangan nasional.
“Bendungan Mbay merupakan salah satu upaya Brantas Abipraya dalam mendukung program Pemerintah yaitu ketahanan air dan pangan nasional.
“Setelah rampung dibangun, bendungan ini nantinya dapat mendorong peningkatan produksi beras di Kabupaten Nagekeo hingga 2,5 lipat,” ujar Muhammad Toha Fauzi, Direktur Operasi I Brantas Abipraya.
Baca Juga: Sukseskan HUT ke-79 RI, Brantas Abipraya Siapkan Infrastruktur IKN
Bendungan ini dapat menampung hingga 51 juta meter kubik air, nantinya akan menyuplai air irigasi pada lahan pertanian di Kabupaten Ngagekeo seluas 4.200 hektare, dengan pengembangannya 1.900 hektare.
Ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain.
Sebagai informasi, Bendungan Mbay yang merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) ini diproyeksikan akan menghasilkan air baku 0,21 m3/detik dan memberikan manfaat irigasi terhadap 5.928 hektare lahan pertanian.
Dalam pembangunan bendungan ini, Brantas Abipraya dipercaya untuk membangun pada Paket II dengan ruang lingkup pekerjaan Bangunan Pengelak (Terowongan), Bangunan Pelimpah (Spillway), Bangunan Pengambilan (Intake), serta Pekerjaan Hidromekanikal & Elektrikal.
Dengan kapasitas tampung sebesar 51,74 juta m3, Bendungan Mbay diproyeksikan untuk pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) Mbay Kanan dan Kiri hingga 6.100 hektare.