Kabar BUMN – Selama lebih dari 70 tahun, ladang minyak Duri telah menjadi sumber utama energi bagi Indonesia.
Ditemukan pada tahun 1941 dan memulai produksi pada tahun 1954, area operasional seluas 67,28 km² di Provinsi Riau ini telah menghasilkan lebih dari 2,75 miliar barel minyak mentah.
Ladang ini diakui sebagai salah satu yang terbesar dan paling produktif di Indonesia.
Baca Juga: Pengumuman Pemenang Undi-undi Telkomsel Agustus 2024 Hampir Tiba, Apakah Namamu Masuk dalam Daftar?
"Dari catatan studi, penemuan gemilang dari sumur minyak pertama di Duri (sekarang Area #2) segera disusul penemuan-penemuan lain di titik sumur di area-area lain yang saling berjauhan."
Ini mengindikasikan adanya cadangan minyak yang besar di lapangan Duri," ujar Cece Muharam, salah seorang senior engineer yang berpengalaman puluhan tahun di lapangan Duri.
Cece menuturkan, karena Perang Dunia II pemboran minyak sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali beberapa tahun setelah Indonesia merdeka.
Sumur-sumur hasil temuan awal mulai diproduksi dengan peralatan sederhana.
Hasilnya dikirim melalui sungai-sungai menuju Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis.
Sementara itu, infrastruktur seperti jalan, jaringan pipa dan listrik serta tangki-tangki pengumpul mulai dibangun.
Baca Juga: Penjualnya Lebih Banyak di Bandung, Ini 5 Rekomendasi Mie Kocok Paling Mantap
Tahun 1958, pipa-pipa dari lapangan Duri telah selesai tersambung ke pelabuhan Dumai.
“Tidak hanya infrastruktur, kawasan Duri juga mulai dirancang sebagai tempat tinggal, mengingat produksi dari lapangan ini diperkirakan akan sangat besar, yang memerlukan banyak tenaga kerja," kenang Cece.