rilis-bumn

Pertamina Hulu Sanga Sanga Catatkan Pengeboran Onshore Terdalam dengan Teknik Casing While Drilling

Rabu, 4 September 2024 | 18:00 WIB
Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) catatkan pengeboran onshore terdalam dengan teknik Casing While Drilling (CwD). (DOK. PHSS)

Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina berhasil mencetak rekor pengeboran terdalam dengan teknik Casing while Drilling (CwD) untuk lapangan migas darat (onshore) di Indonesia.

Pengeboran mencapai kedalaman 2.510 ft (766 m) pada sumur SEM-184 yang berlokasi di Wilayah Kerja (WK) Semberah PHSS.

Operasi CwD merupakan kegiatan pengeboran sumur yang dilakukan secara bersamaan dengan pemasangan selubung (casing), sebuah pipa yang digunakan untuk melapisi lubang bor.

Baca Juga: PHSS, PEP Sangatta dan Sangasanga Field Kembali Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Operator Migas Bagi Pemuda Lokal

Sr. Manager Drilling & Well Intervention Regional 3 Kalimantan Dhanar Eko Prasetyo menyampaikan, PHSS telah berhasil mengebor 84 sumur dengan menggunakan teknik CwD.

“Penerapan teknik ini berhasil menghemat hari operasi selama 80 jam, atau setara biaya US$120 ribu,” ungkap Dhanar.

Selain itu, ia menambahkan, seiring berkurangnya risiko gas dangkal dan hilangnya sirkulasi, teknik pengeboran ini berkontribusi terhadap pencapaian 7.904 jam safety man hours.

Baca Juga: Implementasi Permen ESDM No 37 Tahun 2016, PHSS Alihkan 10 Persen Participating Interest WK Sanga Sanga ke BUMD Kaltim

Menurutnya, PHSS senantiasa mendorong inovasi dan penerapan teknologi dalam menjalankan operasi yang selamat, andal, dan ramah lingkungan berdasarkan praktik-praktik terbaik di industri hulu migas nasional dan dunia.

“Di samping penerapan teknik CwD, perusahaan juga berhasil menurunkan biaya operasional secara signifikan melalui penyelesaian proses komplesi dual monobore di setiap sumur PHSS,” jelas Dhanar.

Manager PHSS Field, Iva Kurnia Mahardi, menyampaikan, penggunaan teknik CwD dan dual monobore merupakan terobosan strategis yang berperan dalam mempertahankan keekonomian proyek-proyek migas di Zona 9.

Baca Juga: Kali Pertama Bor Sumur Eksplorasi, Rig Elnusa EMR-01 Dukung PHSS Temukan Cadangan Migas Baru

“Dual monobore terbukti lebih efisien dari sisi waktu dan biaya, menurunkan risiko produksi dan keselamatan kerja selama intervensi sumur, dan mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dalam pekerjaan lanjutan.

Dari sisi investasi, menurut Iva, penggunaan komplesi dual monobore dapat memberikan efisiensi biaya hingga US$150 ribu dibandingkan dengan metode konvensional.

Halaman:

Tags

Terkini