rilis-bumn

Optimalkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi untuk Musim Tanam, Pupuk Indonesia Ajak Petani

Selasa, 1 Oktober 2024 | 06:30 WIB
Pupuk Indonesia ajak petani optimalkan penyerapan pupuk bersubsidi 2024, tingkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. (Dok. Pupuk Indonesia)

Kabar BUMN - Menjelang musim tanam, PT Pupuk Indonesia (Persero) mengajak para petani untuk mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi guna memenuhi kebutuhan pertanian.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menyederhanakan kebijakan pupuk bersubsidi dan meningkatkan alokasi subsidi untuk tahun anggaran 2024.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memudahkan petani dalam menebus pupuk bersubsidi demi terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Besok! Telkomsel Rilis Daftar Pemenang Undi-Undi Hepi September 2024, Akankah Kamu Jadi yang Beruntung?

“Sudah banyak sekali (penyederhanaan kebijakan pupuk bersubsidi dari Pemerintah, Red)."

"Volume (pupuk bersubsidi, Red) ditambah, penebusannya dipermudah, kemudian digitalisasi juga sudah kita lakukan,” ujar Rahmad dalam acara "Rembuk Tani" di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Sabtu (28/9/2024).

Rahmad menjelaskan bahwa pemerintah telah menambah volume pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.

Baca Juga: 240 Orang Ikuti Pengobatan Gratis dan Penanganan Stunting yang Digelar PTBA

Diharapkan, peningkatan alokasi ini dapat mendorong produktivitas pertanian.

"Diputuskan oleh Pemerintah bahwa alokasi pupuk bersubsidi yang paling tepat adalah sesuai dengan luas lahan. Dengan 9,5 juta ton, insya Allah ini akan terus dijaga," katanya.

Penambahan volume pupuk bersubsidi juga mencakup 500.000 ton pupuk organik, sebagai upaya menciptakan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga: Rekrutmen Regional Leader Development Program dari BTN Telah Dibuka, Khusus Wilayah Salampua dan Kalimantan

Menurut Rahmad, keberadaan pupuk organik sangat penting dalam mendorong produktivitas pertanian jangka panjang.

"Organik dimunculkan kembali. Kenapa organik penting? Karena kita sedang mau menggenjot produktivitas."

Halaman:

Tags

Terkini