Kabar BUMN – PT Brantas Abipraya (Persero) mencatat pertumbuhan Aset hingga 16,38% menjadi Rp 9,28 triliun pada akhir 2023, dibandingkan tahun lalu, yaitu Rp 7,97 triliun.
Kenaikan Aset tersebut terutama disebabkan oleh adanya kenaikan jumlah Aset Lancar dari Rp4,96 triliun di tahun 2022 menjadi Rp5,15 triliun di tahun 2023.
Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya mengatakan bahwa kenaikan aset utama perusahaan bersumber dari Laba Bersih dan Cash Flow.
“Sejauh ini Brantas Abipraya sudah mampu membangun cash flow yang cukup kuat guna mendanai proyek-proyek yang akan datang.
"Cash flow positif ini juga mencerminkan bahwa bisnis Perseroan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dian menambahkan, awal mula berdiri di tahun 1980, Brantas Abipraya hanya memiliki total aset sebesar Rp 800 miliar saja.
Total aset yang dimiliki pun terus meningkat, dan sepanjang tahun 2023 Brantas Abipraya mampu mempersembahkan kinerja yang positif baik dari sisi keuangan, maupun operasional.
Secara historis aset Brantas Abipraya pada tahun 2019 tercatat Rp 6,30 triliun, kemudian terus bertumbuh menjadi Rp 6,65 triliun pada tahun 2020.
BUMN Konstruksi ini pun berkomitmen akan terus senantiasa mengoptimalisasikan aset untuk mendorong kinerja positif yang berkelanjutan.
Sebagai informasi, di tahun 2024 ini Brantas Abipraya mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) non tunai berupa Barang Milik Negara (BMN) yaitu tanah dan bangunan, Gedung Sapta Taruna yang berada di sebelah kantor pusat Brantas Abipraya.
Diterimanya PMN Non Tunai ini merupakan strategi bisnis Perusahaan dalam optimalisasi operasional Brantas Abipraya.