"Kalau itu kita lakukan dari atas kementerian dan juga di level perusahaan, insyaallah program peningkatan pemberdayaan perempuan, women leadership itu bukan hanya sekadar mimpi,” ujar Tedi.
Sinthya Roesly menambahkan bahwa Srikandi PLN aktif dalam membantu manajemen mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan.
Yakni terkait Pengarustamaan Gender dan lingkungan kerja yang aman melalui kebijakan seperti Respectful Workplace Policy (RWP) dan Employee Wellbeing Program (EWP).
Srikandi PLN berperan dalam memastikan implementasi kebijakan ini di seluruh unit bisnis PLN.
Baca Juga: Dorong UMKM Go Global, PERURI Gelar Pelatihan Strategi Branding untuk Para Pelaku UMKM di Jawa Barat
“Untuk membangun suatu kebijakan, kita harus memiliki suatu mindset, kapabilitas dan daya pandang atau visibility terhadap berbagai perspektif."
"Para Srikandi harus mampu mendukung perusahaan dalam mengimplementasikan RWP atau EWP di seluruh lini bisnis,” tutur Sinthya.
Selain itu, Sinthya juga menekankan pentingnya keberlanjutan program-program yang mendukung pemberdayaan perempuan.
Baca Juga: 5 Pantai Terbaik di Tulungagung, Destinasi Wisata Pilihan untuk Liburan yang Berkesan
Srikandi PLN terus berkontribusi dalam kebijakan dan advokasi, serta memastikan pelaksanaan program-program keberlanjutan yang memperbaiki rating Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Kami di Srikandi ikut ambil bagian, ikut mengkontribusikan pemikiran dalam policy dan advocacy-nya serta membantu manajemen dalam memastikan implementasi sustainability program untuk memperbaiki rating ESG,” lanjut Sinthya.
Pada 2021, PLN telah memperkuat komitmennya terhadap Pengarustamaan Gender melalui pernyataan dukungan terhadap Women's Empowerment Principles yang diumumkan di platform United Nation Global Compact (UNGC).
Pada 2022, PLN juga merilis Statement of Corporate Intent (SCI) terkait kebijakan Pengarustamaan Gender.