"Hal ini juga membuka peluang pengembangan pabrik bioethanol yang akan meningkatkan perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja," jelasnya.
Baca Juga: The Next Level Banking Experience! Bank Mandiri Hadirkan Fitur Baru dengan Nama Livin'poin
Nicke menambahkan bahwa kesuksesan biodiesel akan direplikasi untuk produk gasoline, yang bertujuan untuk mengurangi impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Saat ini, Pertamina telah memulai dengan produk biofuel E5 di beberapa wilayah di Jawa.
"Kami telah memulai biofuel dengan E5 di beberapa wilayah di Jawa, terutama di Jawa Timur, dan kami akan terus meningkatkannya," tambah Nicke.
Baca Juga: Insan Pegadaian Raih Juara Tiga Microsoft Excel World Championship Indonesia
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam transisi energi dan inovasi berkelanjutan. Pertamina, menurutnya, membutuhkan kemitraan strategis dan transfer pengetahuan dari negara lain untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam kesempatan ini, Nicke juga membuka peluang kerjasama dengan negara-negara Amerika Latin, termasuk Brasil, dalam pengembangan bioethanol.
"Untuk program bioethanol, kami melihat potensi kerjasama antara Indonesia dan Brasil."
Baca Juga: DAMRI Tambah Jadwal Baru Rute Buntok - Tabak Kanilan, Tiket Hanya Rp10 Ribu
"Kami ingin mempelajari secara menyeluruh bagaimana Brasil berhasil mengembangkan bioethanol, mulai dari proses perkebunan, pembangunan pabrik, teknologi, menarik investor, hingga regulasi."
"Tujuannya agar program bioethanol bisa mendukung target net zero carbon," tutup Nicke.
SALA Dialogues dihadiri oleh sekitar 150 pebisnis dan praktisi dari berbagai negara di Asia Tenggara dan Amerika Latin.
Baca Juga: Tidak Mudah, Akses Menuju Pantai Eksotis di Bali Ini Harus Menuruni Anak Tangga yang Curam
Acara ini bertujuan untuk membangun kolaborasi global dalam menghadapi isu-isu net zero carbon dan ketahanan pangan dunia, serta membuka peluang bisnis dan investasi lintas negara.***