“Keberhasilan penelitian klinis tidak dapat dicapai dari upaya pemerintah saja, diperlukan usaha bersama dari seluruh pemangku kepentingan, seperti industri farmasi, universitas, rumah sakit, serta lembaga penelitian lainnya."
Baca Juga: 4 Tempat Makan Nasi Kapau di Jakarta, Jangan Mencari Menu ala Rumah Makan Padang di Sini
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyampaikan kontribusi terbaiknya untuk perkembangan penelitian klinis di Indonesia.
"Mudah-mudahan kedepannya melalui INA-CRC, Indonesia dapat menjadi sumber rujukan global untuk riset klinis,” kata Dante.
Apresiasi disampaikan kepada 15 praktisi peneliti uji klinis dari berbagai instansi dan lembaga, diantaranya adalah 5 peneliti dari Bio Farma yang terdiri dari Kepala Divisi Pengembangan dan Uji Klinis Global, VP.
Baca Juga: Favorit Masyarakat, Edutrain KAI Bandara Medan Capai 45 Ribu Peserta hingga September 2024
Pengembangan Translasi Produk Life Science, Neni Nurainy, Kepala Divisi Sains dan Pengujian Praklinis, Kepala Divisi Pengembangan Produk Life Science, Acep Riza, serta almarhum dr. Novilia Bachtiar yang pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Surveilans dan Riset Klinis Bio Farma.
Diwawancarai pada kegiatan tersebut, dr. Rini Mulia Sari menyampaikan ucapan syukurnya atas apresiasi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI kepada peneliti Bio Farma.
“Kami merasa terhormat atas apresiasi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan kepada peneliti-peneliti di Bio Farma, sebagai bentuk apresiasi kepada peneliti atas kontribusi aktif dalam penanganan pandemi COVID-19.
"Penghargaan ini juga kami dedikasikan kepada rekan dan sahabat kami yang telah mendahului kami yaitu dr. Novilia Bachtiar. Semangat beliau dalam bertugas di masa pandemi menjadi inspirasi bagi kami di Bio Farma,” ungkap Rini.***