rilis-bumn

Peduli Gizi Anak, TASPEN Dukung Pencegahan Risiko Stunting pada Balita di Lingkungan Sekitar

Rabu, 23 Oktober 2024 | 09:30 WIB
TASPEN menyalurkan bantuan makanan bergizi kepada 207 balita berisiko stunting, gizi buruk, dan kekurangan nutrisi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (12/09). (DOK.TASPEN)

Kabar BUMN - Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan penting dalam kesejahteraan sosial, PT TASPEN (Persero) berkomitmen mendukung Program Prioritas Pemerintah, termasuk Program Percepatan Penurunan Stunting yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Dalam upaya ini, TASPEN menyalurkan bantuan makanan bergizi kepada 207 balita berisiko stunting, gizi buruk, dan kekurangan nutrisi di Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/09).

Direktur Operasional TASPEN Ariyandi, menyerahkan bantuan senilai Rp112,5 juta kepada Camat Cempaka Putih, Igan Muhammad Faisal.

Baca Juga: Hutama Karya Sedang Cari Accounting untuk Mengisi Lowongan Magang di Jakarta Timur, Ada Benefit Sertifikat Kementerian BUMN

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga yang rentan mengalami kekurangan nutrisi.

Dengan demikian, angka stunting dapat berkurang dan kesadaran akan pentingnya asupan gizi yang tepat meningkat.

Corporate Secretary TASPEN Henra menuturkan "Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, TASPEN menyadari pentingnya mengatasi masalah stunting untuk menciptakan kondisi kehidupan yang lebih sejahtera."

Baca Juga: Ada Makam Keramat Mengambang, Ini Destinasi Wisata Religi di Lombok Barat yang Unik dan Bersejarah

"Dengan menyalurkan bantuan makanan bergizi, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki gizi balita dan mempercepat penurunan angka stunting," tambahnya.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT TASPEN.

TASPEN memberikan bantuan makanan bergizi kepada 172 balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan selama 14 hari, 7 balita dengan berat badan kurang, 18 balita yang mengalami gizi kurang selama 56 hari, dan 10 balita stunting selama 90 hari.

Baca Juga: 4 Hutan Wisata di Bandung, Tempat Healing Murah Meriah Menyegarkan

Bantuan ini mencakup tiga kelurahan di wilayah Cempaka Putih dan didukung oleh kelompok masyarakat dari Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta kader kesehatan setempat.

Data Sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Kementerian Kesehatan pada bulan April 2024 menunjukkan, tingkat anak yang mengalami stunting Provinsi DKI Jakarta adalah sebesar 2,03%, dengan prevalensi terbesar terdapat di Kota Jakarta Pusat mencapai 3,86%.

Halaman:

Tags

Terkini