Transformasi yang dilakukan tidak hanya mencakup restrukturisasi organisasi tetapi juga perubahan budaya, teknologi, dan proses operasional.
Sebagai tourism orchestrator, InJourney sukses mengembangkan berbagai destinasi wisata di Indonesia.
Berbagai kegiatan berskala internasional, seperti Aquabike Jetski World Championship, F1 Powerboat di Danau Toba, Porsche Sprint Challenge, dan MotoGP di Mandalika, menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata Indonesia yang digagas oleh InJourney.
Selain itu, InJourney turut serta dalam penyelenggaraan KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo.
Baca Juga: PLN dan Antam Bersinergi Hadirkan Listrik Bersih untuk Smelter Feronikel di Kolaka
Beberapa destinasi wisata di bawah naungan InJourney, seperti TMII dan Sarinah, kini hadir dengan wajah baru, sementara Candi Borobudur dan Prambanan semakin menarik perhatian sebagai destinasi wisata spiritual.
Pada 2023, InJourney meluncurkan dua subholding di bidang aviasi dan bandara, yaitu InJourney Airports dan InJourney Aviation Services.
Penggabungan antara PT Angkasa Pura I dan II menjadi PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, yang kini mengelola 37 bandara di Indonesia, mencatat sejarah baru dengan menangani lebih dari 170 juta penumpang per tahun.
Baca Juga: PHE OSES Dukung Kemandirian Nelayan Lampung Timur melalui Pelatihan dan Bantuan Peralatan
InJourney Airports kini berada di posisi kelima sebagai operator bandara terbesar dunia.
InJourney juga berhasil menjalankan program pengembangan pariwisata di lima Destinasi Super Prioritas sesuai amanat pemerintah.
Di sisi tata kelola dan komunikasi, InJourney menerima predikat informatif untuk transparansi informasi publik dan patuh 100% terhadap pelaporan LHKPN.
Baca Juga: Saat Main ke Lawang Sewu, Jangan Lupa Ikut Kelas Membatik!
Secara keuangan, InJourney menunjukkan performa yang solid.