Telkom kini memiliki total kapasitas 42 MW dari 33 pusat data di Indonesia, Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste.
Ekspansi kapasitas di Hyperscale Data Center Cikarang menjadi 18 MW terus dilakukan untuk mendukung berbagai segmen pelanggan.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Nasional, Bank Mandiri Catat Penyaluran Kredit Rp 1.590 triliun di Kuartal III 2024
PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) yang didirikan pada 8 Desember 2023 berfungsi mengelola jaringan infrastruktur fiber TelkomGroup.
Dengan beroperasi sejak 1 Agustus 2024, TIF bertujuan memaksimalkan produktivitas aset fiber dan membuka akses bagi mitra eksternal, yang akan meningkatkan potensi pendapatan Telkom ke depannya.
Hingga kuartal III 2024, Telkom telah mengeluarkan belanja modal sebesar Rp17,5 triliun, atau 15,6% dari pendapatan untuk memperkuat infrastruktur dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Fokusnya pada digital connectivity dan efisiensi teknologi membuat Telkom optimis dapat menjaga sinergi nilai melalui belanja modal ini.
Di samping profitabilitas, Telkom juga mengutamakan keberlanjutan melalui inisiatif ESG (Environmental, Social, and Governance) yang meliputi pengurangan dampak lingkungan, inklusivitas digital, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Komitmen ini menempatkan Telkom sebagai perusahaan yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.***