Integrasi tersebut diharapkan dapat mendukung penghematan biaya dan waktu pada proyek-proyek yang dijalankan.
Baca Juga: Telkom Indonesia Berhasil Tingkatkan Pendapatan di Tengah Transformasi Digital
Waskita pun mengaplikasikan teknologi kecerdasan buatan, yakni WISENS (Waskita Intelligent Sensing System), untuk meningkatkan efisiensi proyek konstruksi.
Salah satu inovasi AI adalah Pavement Crack Detection, yang secara otomatis mengidentifikasi kerusakan jalan, mendukung inspeksi aset jalan tol, dan menekan waktu kerja hingga 40 persen lebih cepat.
Selain itu, AI APD Inspection digunakan untuk memastikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh pekerja sebagai bagian dari upaya zero fatality.
Baca Juga: Pendapatan Melonjak, ASDP Konsisten Tingkatkan Layanan untuk Konektivitas Nasional
Dalam hal GRC, Waskita telah melakukan sejumlah Surveillance Audit, termasuk penilaian Risk Maturity Index oleh BPKP.
Hal ini menempatkan Waskita pada level standar mutu operasional yang sesuai ISO dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
"Ke depannya Waskita akan terus berusaha memenuhi standar operasional lainnya," kata Ermy, menambahkan bahwa mereka juga telah menindaklanjuti 94 persen rekomendasi dari Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) hingga September 2024.
Baca Juga: Tidak Peduli Musim Panas atau Hujan, Ini Tips Wisata Aman dan Nyaman di Pantai yang Wajib Dipahami
Waskita juga berpartisipasi dalam penilaian Indeks Akuntabilitas BUMN atau ICORPAX, yang menilai akuntabilitas korporasi dalam mengelola Kekayaan Negara yang Dipisahkan.
Berdasarkan laporan, capaian ICORPAX Waskita untuk tahun 2023 oleh BPKP mencapai 70,20 persen, dengan kategori "Baik".
Tak hanya itu, Waskita juga berkomitmen terhadap penerapan standar ESG (Environmental, Social, and Governance).
Baca Juga: Pertamina NRE Dorong Partisipasi Netral Karbon di Indonesia dengan Carbon Neutral Event
Penilaian ESG ini dilakukan oleh BPKP, mencakup aspek lingkungan, sosial, tata kelola, dan finansial.