“Harapannya, budidaya ini juga menginspirasi petani organik lain di Indonesia,” tandas Tri Wahyudi.
Sementara itu, Ketua Umum PIKA Pupuk Indonesia, Tata Rahmad Pribadi (kedua dari kiri pada gambar) menjelaskan bahwa, program Kartini Tani di Mulyaharja ini dikenalkan sejak tanggal 3 Februari 2024 lali.
Di sini, Kartini Tani telah banyak melakukan pelatihan-pelatihan antara lain budidaya tanaman, manajemen hasil panen, serta memperkenalkan pupuk organik kepada petani perempuan untuk pertanian berkelanjutan.
Secara nasional, ia menambahkan, Kartini Tani telah menyasar di lima titik wilayah, yaitu di Mulyaharja-Bogor ini, kemudian Indramayu, Banyuasin, Banyuwangi, dan Magelang.
Kartini Tani di daerah tersebut dijalankan spesifik, sesuai dengan kebutuhan masing-masing KWT, seperti komoditas buah naga, melon, cabai, dan lainnya.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Gelar Jambore MAKMUR, Upaya Regenerasi Petani untuk Pertanian Berkelanjutan
“Pupuk Indonesia bergerak di bidang pertanian, kami ingin men-support semua program-program perusahaan, sehingga kami terjun langsung dengan membentuk Kartini Tani Indonesia.
“Di Mulyaharja penguatan peran Kartini Tani tersebut melalui pengembangan pertanian organik,” ujar Tata.
Menurutnya, peran perempuan dalam pertanian sangat krusial.
Kartini Tani sendiri merupakan program pemberdayaan perempuan untuk mempercepat swasembada pangan.
Jumlah petani perempuan cukup besar, yaitu 14,4 persen dari petani yang ada di Indonesia.
“Kartini Tani ini menjadi penggerak perempuan untuk turut aktif menjaga ketahanan pangan, selain itu juga turut menyejahterakan masyarakat sekitarnya.