Dana tersebut bersumber dari APBN, SP kerja sama dengan BUMN, dukungan instansi seperti TNI, serta kontribusi BUMDes dan pihak swasta.
Baca Juga: Refund Tiket Makin Praktis Melalui DAMRI Apps, Simak Tutorial Berikut
Dalam operasionalnya, lanjut Erick, SP akan didanai oleh APBN dengan rata-rata anggaran Rp 11 miliar per tahun.
Biaya operasional ini dapat bervariasi tergantung pada lokasi, biaya pangan, dan logistik di masing-masing wilayah.
"SP juga membutuhkan ekosistem yang terintegrasi dari beberapa BUMN khususnya BUMN klaster pangan seperti Bulog, RNI, dan PTPN," ujar Erick.
Baca Juga: Gerak Cepat! Bank Mandiri Sigap Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur
Dalam pertemuan tersebut dihadiri sejumlah direksi yakni PLN, Pertamina, PGN, BRI, BNI, Mandiri, ID Survey, dan Telkomsel.
Erick juga berharap, kehadiran perwakilan dari BUMN pangan mampu memperkuat ekosistem pangan dengan peran khusus BUMN klaster pangan seperti Bulog, RNI, dan PTPN.
"BUMN akan menjadi garda terdepan dalam mendukung program-program strategis nasional.
"Dengan sumber daya dan kemampuan yang kita miliki, saya optimistis kita bisa mencapai target swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.***