Ia menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: ID FOOD Siapkan Terobosan Baru Dukung Program Swasembada Pangan 2025
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, juga mengonfirmasi kesiapan PLN dalam mendukung pencapaian target pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi melalui energi yang berkelanjutan.
PLN telah merencanakan RUPTL baru yang akan menambah 100 GW kapasitas listrik, mayoritas dari energi terbarukan, hingga tahun 2040.
Darmawan menjelaskan bahwa dari total kapasitas tersebut, sekitar 75% atau 75 GW berasal dari pembangkit energi terbarukan, termasuk tenaga air sebesar 25 GW, surya 27 GW, angin 15 GW, panas bumi 6 GW, dan bioenergi 1 GW.
Baca Juga: Pertamina Alokasikan USD 5,7 Miliar untuk Energi Baru Terbarukan hingga 2029
PLN akan membangun Green Enabling Transmission Line sepanjang 70 ribu kms untuk mendistribusikan energi terbarukan dari daerah terpencil ke pusat permintaan.
Selain itu, PLN sedang mengembangkan smart grid untuk menjaga stabilitas pasokan energi dari pembangkit terbarukan yang mengalami intermitensi.
“Tanpa smart grid, kami hanya bisa menambah 5 GW. Dengan smart grid, kami bisa menambah hingga 42 GW energi terbarukan, sehingga keseimbangan antara pasokan dan permintaan bisa terjaga,” jelas Darmawan.
Baca Juga: Petualangan Off Road Seru di Ecopark Curugtilu, Ada Promo Spesial November!
Namun, berbagai inisiatif ini memerlukan dukungan finansial yang besar.
PLN terus mendorong kolaborasi dengan investor baik domestik maupun internasional untuk merealisasikan target transisi energi menuju swasembada energi yang berkelanjutan di Indonesia.
“Kolaborasi antara investor lokal dan internasional sangat penting untuk mencapai target ambisius ini,” tutup Darmawan.***.