rilis-bumn

PLN Bahas Inisiatif dan Strategi Pembiayaan Transisi Energi di COP29 Azerbaijan

Rabu, 13 November 2024 | 16:30 WIB
Talkshow "Fostering and Enabling Innovative Climate Finance Mechanism" di Indonesian Pavilion pada gelaran COP29, Baku, Azerbaijan Selasa, (12/11) membahas terkait pendanaan untuk aksi iklim dunia. (DOK.PLN)

Baca Juga: Suka Wisata Sejarah? Ini 6 Destinasi Penuh Jejak Perjuangan Bangsa yang Bisa Kamu Kunjungi di Jakarta

Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly saat memaparkan materi dalam Talkshow "Fostering and Enabling Innovative Climate Finance Mechanism" di Indonesian Pavilion pada gelaran COP29, Baku, Azerbaijan. (DOK.PLN)

Dalam konteks ini, PLN telah merancang beberapa inisiatif pembiayaan hijau, salah satunya melalui penyusunan Sustainable Linked Financing Framework (SLFF) dan Green Financing Framework (GFF).

Sinthya memaparkan bahwa PLN telah merancang strategi pendanaan proyek energi hijau dalam transisi energi di tanah air. PLN menargetkan pengembangan pembangkit 75% berbasis energi terbarukan.

Baca Juga: Hadir di ADIPEC 2024, Pertamina EP Jabarkan Prinsip Keberlanjutan dan Program Pemberdayaan Masyarakat

Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan pendanaan yang diperkirakan mencapai lebih dari USD 100 miliar hingga 2033.

“Untuk memperoleh pembiayaan transisi energi, salah satu yang paling utama menurut perspektif PLN adalah menyiapkan proyek yang tepat.

"Kami punya ratusan daftar proyek mulai dari pembangkitan, transmisi dan distribusi, termasuk juga smart grid," papar Sinthya.

Baca Juga: 4 Tempat Makan Murah di Kawasan Dago, Bandung, dari Menu Sunda Sampai Pasta Khas Italia

Sinthya juga menambahkan bahwa PLN akan terus mengeksplorasi berbagai opsi pendanaan, baik melalui kerja sama dengan pemberi pinjaman internasional maupun sumber daya lokal untuk memastikan transisi energi berjalan sesuai rencana.

Beberapa partner institusi keuangan yang memberikan dukungan untuk  transisi energi PLN di antaranya World Bank, Asian Development Bank (ADB) hingga Just Energy Transition Partnership (JETP).

"Dalam dua tahun terakhir, kami telah mendapatkan sekitar USD 2,9 miliar, dan saat ini kami sedang berdiskusi dengan ADB untuk pembiayaan sekitar USD 4,8 miliar.

Baca Juga: Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Tingkatkan Kerja Sama untuk Layanan Penerbangan yang Lebih Baik

"Kami juga tengah berbicara dengan beberapa investor lain dan total potensi pendanaan yang sudah kami miliki saat ini sebesar USD 46,9 miliar,” pungkas Sinthya.***

Halaman:

Tags

Terkini