CEO PT Pertamina Geothermal Energi Tbk (PGEO), Julfi Hadi, menyatakan bahwa panas bumi berperan sebagai sumber daya yang stabil untuk menopang pertumbuhan ekonomi hingga 8%, sesuai dengan target pemerintah.
Baca Juga: Dimanfaatkan Banget Sama Backpacker, Ini Beragam Jenis Transportasi Umum di Bangkok
"Panas bumi adalah salah satu sumber energi yang terbukti untuk bisa menjadi baseload. Kita harus membangunnya sekarang."
"Apalagi, dengan rencana pertumbuhan ekonomi yang ditopang dari industri hilirisasi serta manufaktur, membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan bersih. Panas bumi merupakan jawabannya," jelas Julfi dalam sesi yang sama.
Julfi menambahkan bahwa PGEO berambisi untuk mencapai kapasitas panas bumi hingga 1,5 GW pada tahun 2030.
Baca Juga: GDPS Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan Min. SMK, Bekerja Pola Shift di Bandara Soekarno-Hatta
Untuk mencapai target ini, PGEO telah menyusun strategi investasi yang kuat.
"Pengembangan ini membutuhkan investasi hingga 50 juta dolar AS dengan kalkulasi pertumbuhan kapasitas pembangkit panas bumi hingga 10,5 GW," ungkapnya.
Untuk menarik lebih banyak investasi di sektor panas bumi, Pertamina menerapkan model risiko yang lebih rendah.
Salah satu teknologinya, yaitu Electrical Submersible Pumps, dikembangkan untuk mengurangi risiko eksplorasi panas bumi.
"Pompa akan menghasilkan peningkatan produksi bahkan di sumur subkomersial dan juga di pembangkit listrik."
Katakanlah dulunya, mengembangkan sektor geothermal itu butuh 10 tahun, sekarang bisa dikembangkan dalam 5 tahun," kata Julfi.***