rilis-bumn

DEFEND ID dan KPK RI Tingkatkan Budaya Integritas Melalui Sosialisasi Anti Gratifikasi di PT DAHANA

Kamis, 14 November 2024 | 08:00 WIB
DEFEND ID dan KPK RI dorong budaya antikorupsi di PT DAHANA melalui sosialisasi gratifikasi, menekankan pentingnya integritas dalam bisnis dan pemerintahan. (Dok. DAHANA)

Kabar BUMN - DEFEND ID menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) untuk menyelenggarakan sosialisasi mengenai gratifikasi dan pencegahan tindak pidana korupsi.

Acara ini diselenggarakan secara hybrid melalui Zoom dan di Auditorium DAHANA, Subang, Jawa Barat, pada Rabu, 13 November 2024.

Acara ini menghadirkan Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Wawan Wardiana, sebagai pemateri utama.

Baca Juga: Saksikan Keajaiban Budaya di Museum Sonobudoyo, Pergelaran Wayang Orang Spesial November 2024

Acara ini bertujuan memberikan wawasan kepada peserta tentang pentingnya budaya integritas dalam dunia bisnis dan pemerintahan.

Direktur Utama DAHANA, Syaifuddin, menyatakan bahwa integritas adalah pondasi utama yang diperlukan untuk keberlangsungan perusahaan, terutama sebagai bagian dari industri pertahanan nasional.

"Kami sangat mengapresiasi upaya dari Holding DEFEND ID yang menginisiasi acara ini, terutama juga atas kehadiran KPK RI di sini sebagai mitra strategis dalam mendorong budaya antikorupsi."

Baca Juga: Dibuka Lowongan Kerja Digital Creative Specialist 1 di PT SUCOFINDO, Ini Persyaratannya!

"Melalui sosialisasi ini, saya harap setiap peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai gratifikasi dan langkah-langkah yang harus diambil untuk menghindarinya," ujar Syaifuddin.

Sebagai bukti nyata komitmen integritas, PT DAHANA telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2016 sesuai arahan dari Kementerian BUMN melalui Surat Edaran Menteri BUMN No.S-35/MBU/02/2020.

SMAP ini diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh karyawan DAHANA agar menjalankan aktivitas perusahaan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip etika bisnis yang sehat.

Baca Juga: HeHaunted Cave, Goa Berhantu Pertama di Jogja yang Bakal Menguji Nyali Kamu!

Wawan Wardiana dalam acara tersebut memaparkan bahwa, berdasarkan riset yang melibatkan 1.446 perusahaan BUMN dari 38 negara di sektor energi, pertambangan, transportasi, dan air.

Diketahui bahwa perusahaan dengan tingkat korupsi rendah mampu mencapai efisiensi serta pendapatan yang lebih tinggi.

Halaman:

Tags

Terkini