rilis-bumn

Kampung Wisata Malasigi Raih Juara 1 Desa Wisata Rintisan ADWI 2024

Kamis, 21 November 2024 | 14:30 WIB
Kampung Wisata Adat Malasigi di Papua Barat Daya meraih Juara 1 Desa Wisata Rintisan ADWI 2024, menonjolkan ekowisata dan kelestarian hutan. (Dok. PEP)

Kabar BUMN - Kampung Wisata Adat Malasigi yang menjadi binaan Pertamina EP Papua Field berhasil meraih penghargaan sebagai Juara 1 Desa Wisata Rintisan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Acara penghargaan yang berlangsung di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), ini bertemakan “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia”.

Ajang yang digagas oleh Kementerian Pariwisata RI ini bertujuan untuk mendorong potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan desa wisata.

Baca Juga: Ikut Program Magang di PT KIW: Benefitnya Sertifikat, Uang Saku, hingga BPJS Ketenagekerjaan

Sejak pertama kali digelar pada 2021, ADWI terus menarik perhatian dengan jumlah peserta yang terus meningkat.

Pada 2024, sebanyak 6.016 desa wisata turut serta, termasuk Kampung Malasigi.

Kampung adat yang terletak di Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya ini menonjol karena keberhasilannya dalam mempertahankan ekosistem hutan sambil mengembangkan ekowisata.

Baca Juga: Hadiah Spesial Jelang Akhir Tahun Menantimu di Poin Gembira Festival Telkomsel, Ada Mobil, Motor, Gadget, dan Masih Banyak Lagi!

Lokasinya berjarak sekitar 55 kilometer dari Kota Sorong dan dapat dicapai dalam waktu 1,5 jam perjalanan darat.

Kampung Malasigi menjadi percontohan dalam memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan.

Kampung ini berhasil bertahan dari tekanan alih fungsi lahan dengan mengandalkan ekowisata sebagai sumber pendapatan utama.

Baca Juga: Mengenal Tipe-tipe Kereta Wisata Beserta Fasilitas di Dalamnya

Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur, Fitri Erika, mengungkapkan bahwa melalui program kemitraan dengan berbagai pihak, masyarakat Malasigi mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Kolaborasi strategis yang melibatkan pemerintah daerah, NGO, dan masyarakat adat telah menghasilkan program yang sejalan dengan kerangka kerja Environmental, Social, and Governance (ESG).

Halaman:

Tags

Terkini