rilis-bumn

4 Program CID Subholding Upstream Pertamina Raih Penghargaan Global CSR Award 2024

Sabtu, 23 November 2024 | 16:00 WIB
Pertamina Subholding Upstream raih penghargaan global GCSA 2024 berkat empat program CID yang inovatif, mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – Subholding Upstream Pertamina kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan meraih penghargaan bergengsi di tingkat global.

Melalui empat program Community Involvement & Development (CID), perusahaan afiliasi Subholding Upstream Pertamina berhasil menyabet penghargaan dalam kategori Great Practice in The Best Practice Award pada ajang Global Corporate Social Responsibility Award (GCSA) 2024.

Empat program yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Peri Berdaya, Jam Pasir, Salt Centre Terintegrasi, dan Kokolomboi Lestari.

Baca Juga: PIEP Gandeng PETRONAS, Hadirkan Program STEM untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Upacara penghargaan ini diadakan pada 20 November 2024 di Grand Hotel Taipe, Taiwan, di mana program-program ini diakui atas dampaknya yang signifikan terhadap masyarakat lokal dan lingkungan.

Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi (PHE), mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini.

"Penghargaan ini adalah bukti keberhasilan kami dalam mengimplementasikan program CID yang tidak hanya mendukung keberlanjutan perusahaan."

Baca Juga: Ide Destinasi Liburan Akhir Tahun, Nikmati Ketentraman di Pantai Widarapayung Cilacap

"Tetapi juga memperkuat kontribusi kami terhadap agenda global dan tujuan pembangunan berkelanjutan," kata Arya.

Program Peri Berdaya yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat prasejahtera di Papua Barat Daya telah memberikan manfaat besar bagi 1.808 kepala keluarga.

Sebelumnya, masyarakat di Distrik Klasefet dan Klamono mengandalkan air hujan dan sungai yang tidak layak konsumsi. Kini, dengan program ini, mereka menikmati air bersih yang dapat menghemat pengeluaran hingga 2,6 juta rupiah per keluarga setiap tahun.

Baca Juga: Kisah Penyelamatan Empat Nelayan di Laut Lampung Timur oleh PHE OSES

Di Sulawesi Tengah, program Kokolomboi Lestari berhasil memberdayakan masyarakat adat Togong Tanga di Desa Leme-Leme Darat untuk mengembangkan kawasan konservasi berbasis masyarakat.

Program ini melibatkan 300 anggota dan berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat adat hingga Rp 8.5 juta per bulan, serta menjadi pionir dalam aksi mitigasi perubahan iklim.

Halaman:

Tags

Terkini