Program Salt Centre Terintegrasi di Jawa Timur juga tidak kalah sukses. Petani garam di Desa Banyusangka kini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi garam dengan menggunakan teknologi tepat guna.
Baca Juga: PLN Kian Unggul, Raih Penghargaan CNBC Indonesia Communications Strategist Award 2024
Hasilnya, mereka dapat memproduksi lebih dari 54 ton garam dengan kualitas mencapai 94,07%, melebihi standar SNI, serta membuka peluang usaha baru bagi kaum perempuan melalui pengolahan produk berbahan dasar garam.
Sementara itu, program Jam Pasir di Karawang menyelamatkan kawasan pesisir dari abrasi.
Inovasi APPOSTRAPS, yang menggunakan ban bekas untuk membangun alat peredam ombak dan sedimentasi, berhasil mereklamasi lahan seluas 3,62 hektare yang kini menjadi kawasan ekowisata dan sumber pendapatan baru bagi 25 UMKM dan nelayan setempat.
Baca Juga: Digelar Besok, Ini Informasi Jadwal dan Persiapan Pertamina Eco RunFest 2024
Ajang GCSA ini diselenggarakan oleh Taiwan Institute for Sustainable Energy (TAISE), dengan tujuan mengapresiasi perusahaan yang berkomitmen pada keberlanjutan.
Program yang dijuri oleh ahli internasional ini mempertimbangkan berbagai faktor dalam penilaiannya, seperti dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan.
PHE terus berkomitmen untuk mengembangkan operasi yang sesuai dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan berinvestasi dalam keberlanjutan.
Baca Juga: Tempat-tempat Wisata di Situbondo yang Paling Recomended untuk Menghilangkan Penat
Sebagai anggota United Nations Global Compact (UNGC), PHE berkomitmen untuk mengikuti Sepuluh Prinsip Universal dalam operasionalnya dan senantiasa mendukung prinsip Zero Tolerance on Bribery, memastikan bahwa perusahaan tetap bebas dari korupsi dan penyuapan.***