rilis-bumn

Hutama Karya Siapkan 7000 Bibit Pohon Pakan Alami untuk Keberlanjutan Program Konservasi Gajah Sumatra

Kamis, 28 November 2024 | 20:00 WIB
Hutama Karya siapkan 7.000 bibit pohon pakan alami gajah di sekitar Tol Pekanbaru - Dumai. (Dok. Hutama Karya)

Kabar BUMN – PT Hutama Karya (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan.

Kali ini, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) HK Peduli Lingkungan, Hutama Karya menyiapkan sebanyak 7.000 bibit pohon pakan alami gajah.

Bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Rimba Satwa Foundation, Hutama Karya akan menanam ribuan bibit pohon tersebut di sekitar Tol Pekanbaru - Dumai (Permai).

Baca Juga: Hutama Karya Percepat Konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera Tahap II

Sejak 2020, Hutama Karya telah menjalankan Program Konservasi Gajah Sumatra di wilayah operasionalnya ini.

Program tersebut dimulai dengan pembangunan Menara Pantau dan Underpass Perlintasan Gajah (UPG), penggaraman lahan, penanaman bibit pohon pakan alami secara bertahap, serta pemasangan 2 (dua) unit GPS Collar untuk memantau pergerakan gajah.

Seremoni penyerahan bibit pakan pohon digelar di KM 6 Rangau Duri, Riau pada Kamis (21/11/2024).

Baca Juga: Hutama Karya: Pembangunan Proyek MRT Fase 2A CO 203 dan Underpass Joglo Progresif

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim kepada Suparto selaku Sekretaris Kelompok Tani Hutan Alam Pusaka Jaya Dusun Bahorok Desa Pinggir.

Turut hadir di acara tersebut, Branch Manager Tol Ruas Pekanbaru-Dumai, Jarot Seno Wibawa serta Direktur Rimba Satwa Foundation Zulhusni Syukri.

“Bibit pohon yang kami berikan berupa 125 bibit pohon durian montong premium, 4.000 bibit rumput odot, dan 3.000 batang tanaman jeruk nipis.

Baca Juga: Kinerja Keuangan Hutama Karya Menunjukkan Arah Positif pada Triwulan III 2024

Bibit pohon durian montong dan rumput ini berfungsi untuk penyedia bahan pakan alami yang disukai oleh Gajah Sumatra sekaligus sebagai pengkayaan habitat supaya gajah mau melewati UPG, sedangkan tanaman jeruk nipis digunakan untuk mencegah agar gajah tidak masuk ke pemukiman warga sekitar.

“Kedepannya, 125 bibit pohon durian premium akan diserahkan pada masyarakat sekitar KM 69-73 untuk pemberdayaan dan dikembangkan menjadi sumber nilai ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Adjib.

Halaman:

Tags

Terkini