rilis-bumn

Transformasi Limbah Jadi Peluang Ekonomi Hijau: Inovasi Brantas Abipraya Budidaya Maggot BSF

Jumat, 29 November 2024 | 12:00 WIB
Brantas Abipraya kembangkan inovasi budidaya maggot BSF dan eco enzyme. Program ini olah sampah jadi peluang ekonomi hijau untuk masyarakat. (Dok. Brantas Abipraya )

Proses pembuatannya cukup sederhana, membutuhkan waktu fermentasi tiga bulan, dan memberikan alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan produk berbasis kimia.

Baca Juga: Kimia Farma Sabet Penghargaan Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2024

Pelatihan ini memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan baik di rumah tangga maupun komunitas.

Dampak langsung dari kedua pelatihan ini terlihat pada berkurangnya volume sampah organik yang dibuang ke TPA.

Selain itu, manfaat ekonomis yang diperoleh melalui eco enzyme dan maggot kian meringankan beban rumah tangga, msalnya dengan mengganti pembersih komersial dengan produk fermentasi organik.

Baca Juga: HK Peduli: Renovasi Gereja dan Bantuan Sosial Sambut Natal 2024

“Dengan berbagai manfaat ekologis, sosial, dan ekonomis yang dihasilkan, program pelatihan budidaya maggot BSF dan pembuatan eco enzyme dari Brantas Cermat adalah langkah progresif dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tambah Tumpang Muhammad.

Program Brantas Cermat juga menjadi cerminan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) oleh Brantas Abipraya.

Inisiatif ini sejalan dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), seperti target 11.6 untuk mengurangi dampak lingkungan perkotaan dan target 2.1 dalam mendukung ketahanan pangan melalui produk bernutrisi.

Baca Juga: Jangan Lewatkan Kesempatan Bekerja di Bank BRI: Simak Loker Relationship Manager Konsumer Briguna

Dengan mendirikan bank sampah binaan dan memberikan pelatihan intensif, Brantas Abipraya berupaya mengubah persepsi masyarakat bahwa sampah dapat menjadi sumber daya bernilai.

Dalam konteks kota besar seperti Jakarta, yang memproduksi lebih dari 7.000 ton sampah per hari menurut Badan Pusat Statistik, langkah ini sangat relevan.

Dengan memanfaatkan sampah organik menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis, tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah kota dapat berkurang secara signifikan.

Baca Juga: Giveaway Tiket Konser Maroon 5 Masih Berlangsung, Buruan Ikutan Lewat Livin by Mandiri

Inisiatif ini mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memilah dan mendaur ulang sampah, menciptakan solusi berkelanjutan yang melibatkan semua pihak.

Halaman:

Tags

Terkini