rilis-bumn

Presiden RI Resmi Luncurkan E-Katalog Versi 6.0: Dorong Efisiensi dan Transparansi Pengadaan Pemerintah

Kamis, 12 Desember 2024 | 06:30 WIB
Presiden RI meluncurkan E-Katalog Versi 6.0 bersama LKPP dan Telkom untuk tingkatkan efisiensi dan transparansi pengadaan pemerintah. (Dok. Telkom)

Baca Juga: TASPEN Raih Dua Penghargaan Top Digital Award 2024 atas Inovasi Teknologi dan Transformasi Digital

Digitalisasi dalam pengadaan pemerintah membawa banyak manfaat. Biaya pengadaan dapat dipangkas hingga 20%-30%, sementara biaya administrasi menurun hingga 50%.

Selain itu, otomatisasi proses membuat waktu pengadaan lebih singkat.

Hal ini membuka peluang besar bagi pemerintah untuk merancang pengeluaran strategis, menghasilkan efisiensi anggaran hingga 15%-20%.

Baca Juga: Kado Bermakna dari Pertamina: Tambahan Desa Energi Berdikari untuk Masyarakat

Kepala LKPP Hendrar Prihadi menyatakan, “Fitur baru pada katalog elektronik memungkinkan siapa saja untuk memantau harga, spesifikasi produk, hingga gambar barang."

"Kami berharap hal ini meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas proses pengadaan.”

Sistem ini memberikan pengalaman lebih baik bagi pengguna sekaligus memperkuat pengawasan publik terhadap pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Baca Juga: Raih Karier Cemerlang Bersama PT GDPS, Ada Posisi Administration Staff di Garuda Indonesia

Di sisi lain, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menilai peluncuran ini sebagai langkah nyata Telkom mendukung digitalisasi pemerintahan.

“Kami berharap dapat menghadirkan solusi pengadaan yang efisien, kompetitif, dan transparan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Telkom juga berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan digital inovatif yang mendukung program pemerintah.

Baca Juga: ASDP Dukung Bank Indonesia Perkuat Distribusi Uang Rupiah hingga ke Pelosok Negeri

Dengan hadirnya Katalog Elektronik Versi 6.0, Indonesia melangkah lebih jauh dalam transformasi digital.

Kolaborasi antara pemerintah dan Telkom tidak hanya mendorong transparansi tetapi juga membuka peluang bagi berbagai sektor untuk berkontribusi dalam membangun perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan.***

Halaman:

Tags

Terkini