Kabar BUMN – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Zona 9 Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina unjuk kebolehan di ajang pameran internasional.
Pameran yang dimaksud adalah Discovering The Magnificence of Indonesia Expo 2024 yang berlangsung di Jaarbeurs, Utrecht, Belanda beberapa waktu lalu.
Zona 9 bersama PT Pertamina (Persero) mengusung tema "Promoting Green Tourism Villages and Small to Medium Enterprises in Europe" dalam ajang tersebut.
Baca Juga: Kado Bermakna dari Pertamina: Tambahan Desa Energi Berdikari untuk Masyarakat
Melalui kesempatan ini, Zona 9 mengenalkan konsep keberlanjutan berbasis komunitas melalui program unggulan dan produk lokal Indonesia.
Sebagai informasi, saat ini Zona 9 menaungi beberapa entitas perusahaan, yaitu PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field, PEP Sangatta Field, dan PEP Sangasanga Field.
Salah satu sorotan utama Zona 9 pada ajang ini adalah program Ekoriparian Sungai Hitam Lestari (SHL) dari PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field.
Baca Juga: 67 Tahun Pertamina: Energi untuk Indonesia yang Lebih Baik
Program ini tidak hanya fokus pada konservasi lingkungan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat lokal di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Head of Communication Relations & CID Zona 9, Elis Fauziah, dalam diskusi bertajuk "Sustainable Pathways: Exploring Eco-Tourism Villages & Regenerative Tourism Initiatives in Indonesia" menjelaskan bahwa program ini melibatkan pelestarian bekantan, konservasi mangrove seluas 120 hektar, dan pemberdayaan komunitas.
Saat ini, populasi bekantan yang kami lindungi telah mencapai 400 ekor.
Baca Juga: Bersama Membangun Bunyu Sehat, Pertamina EP Salurkan Bantuan Makanan Bergizi dan Masker Kesehatan
“Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis yang mengelola wisata susur sungai memiliki peran penting, serta UMKM Sungai Hitam Lestari yang menghasilkan produk olahan lokal seperti teh jeruju dan mangrove.
"Upaya ini telah memberikan pendapatan tahunan hingga Rp70 juta bagi kelompok wisata dan Rp12 juta bagi UMKM setempat,” ungkapnya.