“Diharapkan dengan adanya transformasi ini kami dapat mengoptimalkan pelayanan masyarakat pada peak season.
"Tentunya, inisiatif ini dapat terlaksana dengan baik berkat sinergi dan dukungan dari berbagai pihak diantaranya Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, serta seluruh pihak pendukung,” tambah Maya.
Baca Juga: Waktumu Kian Menipis! Dapatkan Mercedes-Benz dari Poin Gembira Festival 2024
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi juga menjelaskan kesiapannya dalam menghadapi kenaikan pergerakan penumpang dan pesawat pada Nataru tahun ini.
Di antaranya dengan pendirian posko di 37 bandara di bawah InJourney Airport, dengan pengaturan operating hour aktivasi operasional dilakukan selama 19 hari mulai 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.
Seluruh bandara juga akan standby selama 24 jam selama periode posko.
Baca Juga: BUMN Pertama di Riau! PTPN Simulasikan Program Makan Bergizi Gratis Bagi 1.000 Pelajar
InJourney Airports mengerahkan hampir 16 ribu personel, tepatnya 15.939 personel untuk memastikan kelancaran aktivitas perjalanan penumpang selama periode nataru.
Selain petugas operasional yang memang bertugas eksisting, InJourney Airport juga menempatkan pada beberapa touch point, antara lain 10.936 petugas operasional, customer service sebanyak 336 personel, facility care 3.877 personel, dan trolley man 724 personel, maintenance 879 personel.
Upaya penambahan di beberapa touch points tersebut diharapkan pada peak season seluruh penumpang dapat terlayani dengan baik.
Baca Juga: Liburan Natal 2024 di Taman Safari Indonesia: Ini Harga Tiket Terbaru di Berbagai Daerah
InJourney Airports juga memiliki infrastruktur teknologi dan prosedur untuk memastikan manajemen bandara (Airports Management) yang andal di periode sibuk Nataru.
Antara lain Airport Operation Control Center (AOCC) sebagai wadah kolaborasi terpusat seluruh stakeholder, kemudian Terminal Operation Center (TOC) sebagai pusat informasi dan komando di area terminal bandara, dan sistem manajemen bandara berbasis trafik atau Management Operation based on Traffic (MOT).
Menteri BUMN, Erick Thohir, juga mengapresiasi kolaborasi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam memastikan kelancaran operasional transportasi selama Nataru.