"Kami percaya di bulan Desember ini ada peningkatan arus penumpang dan penerbangan selama masa liburan, AirNav Indonesia telah bersiap dan menyusun berbagai strategi untuk menjaga keselamatan dan kelancaran operasional navigasi udara di seluruh wilayah Indonesia,” lanjut Aulia.
Baca Juga: Dibangun Brantas Abipraya, Bendungan Bulango Ulu Siap Berikan Banyak Manfaat Bagi Warga Gorontalo
AirNav Indonesia juga telah membuka posko monitoring dari tanggal 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, di 56 Bandara dan 1 di Kementerian Perhubungan.
Bersama stakeholder aviasi seperti Otoritas Bandara, Angkasa Pura Indonesia, BMKG dan lainnya, perusahaan telah menyiapkan dukungan prosedur kontingensi dan kewaspadaan, untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Mulai dari cuaca ekstrim, letusan gunung berapi, hingga gangguan operasional maskapai dan bandara yang mengakibatkan penundaan dan pengalihan penerbangan.
Baca Juga: Telkomsel Poin Gembira Festival 2024: Hujan Hadiah Spektakuler Menanti Anda!
Selain itu, AirNav Indonesia telah menyusun rencana strategi pelayanan navigasi yang akan digunakan selama periode Nataru.
Diantaranya kesiapan personel yang handal, kesiapanfasilitas komunikasi dan navigasi, kesiapan prosedur, safety risk assessment hingga publikasi NOTAM/ASHTAM.
AirNav Indonesia juga telah merancang program navigasi penerbangan yang inovatif dan adaptif untuk menjawab tantangan serta kebutuhan industri penerbangan yang terus berkembang.
Baca Juga: Tips Mendaki Gunung Saat Musim Hujan, Tetap Aman dan Menyenangkan di Tengah Tantangan
AirNav akan mengoptimalkan berbagai sistem aplikasi dan inovasi yang dimiliki, salah satunya CHRONOS untuk mengatur slot time penerbangan, menjalankan Ground Delay Program (GDP) guna mengurangi holding pesawat di udara dan efisiensi bahan bakar pesawat.
Juga aplikasi Nav-Earth yang bekerjasama dengan BMKG guna mengetahui kondisi cuaca ter-update dan publikasi Aeronautical Information Publication (AIP) serta Notice To Airmen (NOTAM) ke para pengguna jasa navigasi penerbangan.
“AirNav Indonesia dalam menghadapi periode nataru ini telah mengambil berbagai langkah untuk memastikan kelancaran dan keselamatan navigasi penerbangan yang aman untuk mewujudkan Liburan Seru Nataru,” tutup Aulia.***