Selain itu, Erick juga menyebut upaya peningkatan pelayanan pengaduan melalui call center yang selama ini didukung oleh Telkom.
Baca Juga: PHE Bangun Budaya Risiko di Hulu Migas, Buktikan Kompetensi Bisnis Hulu Migas
"Nanti dengan sebuah teknologi baru, kita akan coba upgrading supaya pelayanan pengaduan ini bisa lebih maksimal lagi dan tidak berkepanjangan untuk mempercepat penyelesaian kasus-kasus yang terjadi," jelasnya.
Menanggapi hal ini, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kementerian BUMN.
"Terima kasih kepada Pak Menteri BUMN Erick Thohir yang sudah berkenan menerima kunjungan kami.
Baca Juga: Inovasi Teknologi INTI Group untuk Lancarkan Nataru 2024/2025
"Silaturahmi ini menjadi momen yang sangat penting untuk kita membangun sinergi dan kolaborasi seperti yang diamanatkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Arifatul.
Arifatul juga memaparkan tiga program prioritas Kementerian PPPA, yakni Ruang Bersama Indonesia, optimalisasi call center Satu Sapa 129, dan pengembangan satu data perempuan dan anak berbasis desa.
Arifatul menyampaikan Ruang Bersama Indonesia berangkat dari keprihatinan atas kondisi anak-anak, seperti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Baca Juga: Dukung Indonesia Sehat, BULOG dan Badan Gizi Nasional Bersinergi Hadirkan Pangan Berkualitas
"Kami juga ingin mengurangi ketergantungan pada gadget melalui permainan tradisional yang berbasis kearifan lokal," ucap dia.
Arifatul menambahkan, Ruang Bersama Indonesia juga dirancang untuk memberdayakan ibu-ibu melalui pelatihan keterampilan dan literasi.
Kementerian PPPA mencoba menawarkan ruang bersama ini sebagai solusi agar anak-anak dan ibu-ibu bisa lebih produktif, sekaligus memperkuat kearifan lokal dan kebersamaan.
Baca Juga: Prestasi Akhir Tahun 2024, PHR Produksi 2.350 BOPD dari Lapangan Pinang East
Arifatul dan Erick sepakat kolaborasi ini akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak hingga ke tingkat desa.