Menurut data BPS 2022, produksi gabah kering giling (GKG) dari wilayah ini mencapai 1,4 juta ton per tahun.
Baca Juga: KAI Commuter Berlakukan Promo Tarif Commuter Line Basoetta, Harga Tiket Mulai Rp15.000
Namun, sektor pertanian di Indonesia menghadapi tantangan besar. Data FAO menunjukkan 69% tanah pertanian rusak parah akibat penggunaan pupuk kimia yang tidak terkendali.
Situasi ini juga dialami oleh petani di Indramayu, di mana ketersediaan pupuk sering kali menjadi kendala saat musim tanam tiba.
Melihat tantangan tersebut, Pertamina EP menginisiasi program Jari Tangan untuk memberdayakan petani dengan pendekatan ramah lingkungan.
Baca Juga: Haruma Bay Waterpark Bekasi: Libur Tahun Baru 2025 Tetap Buka, Intip Harga Tiketnya
Inisiatif ini tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas padi tetapi juga memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar.
Penggunaan pupuk organik menjadi solusi atas permasalahan degradasi tanah, sementara pendampingan kepada petani mendorong kemandirian mereka dalam mengelola hasil panen.
Program Jari Tangan menjadi bukti nyata bahwa inovasi sosial dapat berperan besar dalam menyelesaikan masalah kompleks di sektor pertanian.
Baca Juga: PT Timah Menutup Tahun 2024 dengan Kasih, Santuni Anak Yatim dan Piatu
Dengan keberhasilannya, program ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengadopsi pendekatan serupa demi pembangunan yang berkelanjutan.***