rilis-bumn

Bendungan Rukoh Garapan Waskita Karya Akan Diresmikan, Wujud Ketahanan Pangan di Aceh

Senin, 13 Januari 2025 | 09:30 WIB
Bendungan Rukoh, Aceh. (DOK.Waskita Karya)


Kabar BUMN - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan meresmikan enam bendungan pada awal tahun ini.

Salah satunya Bendungan Rukoh garapan PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang terletak di Kabupaten Pidie, Aceh.

Bendungan senilai Rp 1,7 triliun itu memiliki kapasitas tampung sebanyak 128 juta meter kubik (m3).

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Raih Gold Rank di ASRRAT 2024, Bukti Komitmen pada Keberlanjutan

Proyek tersebut nantinya akan mengairi lahan irigasi seluas 11.950 hektar (ha) dengan pola tanam padi-padi-palawija dan intensitas tanam 300 persen.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mendukung sasaran swasembada pangan, sehingga pembangunannya terus dilanjutkan.

"Kita bisa melihat misalkan dari bendungan, bendung, lalu masuk ke irigasi primer, sekunder, dan tersier, hingga langsung ke sawah- sawah," ujarnya.

Baca Juga: Lowongan Magenta: Kini, Posisi Digital Marketing Intern di BUMN Engineering Services

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menambahkan, pembangunan Bendungan Rukoh merupakan wujud dukungan terhadap ketahanan air dan kedaulatan pangan di Aceh.

Ia menjelaskan, aliran air dari bendungan ke lahan irigasi akan meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga turut berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat di provinsi tersebut.

"Bendungan Rukoh diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Tidak hanya untuk irigasi, tapi juga bisa mengurangi potensi banjir hingga 89,62 persen," kata Ermy dalam keterangan resmi, Jumat (10/1/2025).

Baca Juga: Info Loker BUMN dari GDPS: Mulai Karier Emas Anda di Area Bandara Soekarno-Hatta

Proyek ini, lanjutnya, berpotensi pula menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 140 MegaWatt (MW). Lalu mampu menyediakan air baku sebesar 0,90 m3 per detik.

“Bendungan Rukoh pun sudah proses pengisian air waduk atau impounding pada akhir Desember lalu. Diharapkan, manfaat bendungan bisa segera dirasakan oleh masyarakat Aceh, khusus di sekitar Kabupaten Pidie,” jelas dia.

Halaman:

Tags

Terkini