Fokus sosialisasi ini akan diarahkan pada jalur penyeberangan yang sering mengalami kepadatan, seperti Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan Ajibata-Ambarita.
Baca Juga: Masih Dibuka! Loker KAI Services untuk Lulusan SMA Sederajat, Simak Posisi dan Kualifikasinya
Selain digitalisasi layanan, ASDP juga memperkuat pengelolaan arus kendaraan dengan memperluas kapasitas pelabuhan serta menyiapkan pelabuhan alternatif.
Di Pelabuhan Merak, sebanyak 67 kapal akan dioperasikan dengan kapasitas harian hingga 25.067 kendaraan.
Pelabuhan Ciwandan dan Bojonegara (BBJ) juga akan berfungsi sebagai pelabuhan pendukung yang mampu menampung tambahan kendaraan hingga 6.760 unit per hari.
Baca Juga: Program Restorasi Mangrove dan Budidaya Ayam JOB Simenggaris Perkuat Ekonomi Desa Pesisir
Sebagai langkah antisipasi kepadatan, buffer zone tambahan telah disiapkan di Indah Kiat.
Untuk lintasan Jawa-Bali, ASDP akan mengoperasikan kapal berkapasitas besar di rute Ketapang-Gilimanuk.
Pengelolaan arus kendaraan juga diperkuat dengan menyiapkan buffer zone di jalur arteri serta meningkatkan aksesibilitas jalan menuju pelabuhan.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Hari Raya Nyepi dan H-2 Lebaran.
ASDP bersama Kementerian Perhubungan telah menyusun skema lalu lintas khusus guna memastikan perjalanan yang lebih terorganisir, baik dari Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya.
Menteri Perhubungan menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan operator transportasi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan Angkutan Lebaran tahun ini.
Baca Juga: Hiking Tipis-tipis di Gunung Sepikul, Destinasi Wisata di Sukoharjo yang Punya Pemandangan Menawan
Rapat yang berlangsung juga membahas berbagai kebijakan pendukung seperti jadwal pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), penyesuaian hari libur, serta pembenahan infrastruktur transportasi.