rilis-bumn

Co-Firing Biomassa di PLTU PLN Hasilkan 1,67 Juta MWh Listrik Hijau Sepanjang 2024

Sabtu, 1 Februari 2025 | 17:30 WIB
Ilustrasi penggunaan sawdust untuk bahan bakar pendamping atau co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Kota Cilegon, Banten. (DOK.PLN)

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) sukses mengimplementasikan teknologi substitusi batubara atau co-firing biomassa pada 47 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di sepanjang tahun 2024.

Langkah strategis berbasis ekonomi kerakyatan ini menghasilkan energi hijau sebesar 1,67 juta Megawatt hour (MWh).

Jumlah tersebut meningkat sebesar 60% dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya mencapai 1,04 juta MWh.

Baca Juga: Jaksel Merapat! Kesempatan Kerja di BUMN PT MUM Masih Dibuka untuk Posisi Ini

Dari peningkatan tersebut, konsumsi biomassa di sepanjang 2024 tercatat mencapai 1,62 juta ton, tumbuh signifikan dibandingkan konsumsi  biomassa pada tahun 2023 sebanyak 1 juta ton.

Pemanfaatan biomassa pada teknologi co-firing di PLTU ini mampu menurunkan emisi karbon sebesar 1,87 juta ton CO2 di tahun 2024.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa PLN akan terus menggenjot penerapan co-firing biomassa sebagai bagian dari strategi untuk menurunkan emisi melalui pemberdayaan masyarakat lokal.

Baca Juga: KAI Commuter Sambut Trainset Baru, 12 Rangkaian Kereta Siap Tingkatkan Layanan Transportasi

"Sesuai arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, PLN terus mendukung agenda swasembada energi dari pemerintah," kata Darmawan.

Ia menyampaikan bahwa dulu PLN hanya bertugas menyediakan listrik, tetapi kini tugas PLN adalah menyediakan energi yang bersih dan affordable.

Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan, sekaligus pada saat yang sama juga menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Terjebak Rip Current saat Wisata di Pantai: Berenang ke Arah Samping!

Co-firing biomassa yang dijalankan PLN berhasil menyumbang bauran energi terbarukan sebesar 1,86% di tahun 2024.

Jumlah ini meningkat jika dibanding tahun 2023 yang berada di kisaran 1,2%.

Halaman:

Tags

Terkini